Friday, January 5, 2018

Menyambut #CegahRadikalisme di Twitter

Pada hari sabtu pagi (06/01/18), salah satu trending topik yang diangkat di media sosial (twitter) adalah #CegahRadikalisme. Banyak warganet yang setuju untuk mencegah radikalisme dengan memberikan berbagai komentar dan banyak pula yang melakukan sharing informasi dari media online.

Hampir sebagian besar warganet setuju tentang pencegahan radikalisme yang ada di Indonesia agar tidak mudah disusupi oleh ideologi radikal, yang dengan sengaja menghalalkan segala cara agar tercapainya tujuan suatu golongan, Seperti Kelompok ISIS. Seluruh masyarakat dunia mengetahui bahwa ISIS merupakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Agama sebagai perjuangan.

Salah satu akun di Twitter mengatakan bahwa ada sebagian Organisasi Masyarakat (ormas) yang secara terang-terangan mendukung tindakan ISIS. Ormas yang dimaksud merupakan ormas radikal yang harus dibubarkan. Tidak ada tempat bagi ormas radikal untuk tinggal di Indonesia.

[caption id="attachment_664" align="alignnone" width="582"] Sumber : Twitter[/caption]

Pemerintah membuat Undang-Undang tentang ormas agar tidak ada kelompok radikal di dalam tubuh ormas. Apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada dan Pilpres. Jangan anggap tidak ada kelompok radikal dalam kegiatan pesta demokrasi pada pelaksanaan Pilkada dan Pilpres.

Seperti yang dikatakan oleh Pakar hukum Suhardi Somomoeljono bahwa untuk melakukan antisipasi gerakan radikal, pemerintah harus fleksibel dalam menerapkan segala kebijakan. Maksudnya adalah, dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, pemerintah dapat mengambil langkah hukum terhadap kelompok atau gerakan radikal yang dapat menciderai pesta demokrasi di Indonesia.

[caption id="attachment_665" align="alignnone" width="534"] Sumber : JPNN.com[/caption]

Apakah di Indonesia ada kelompok radikal yang mengatasnamakan perjuangan AGAMA? Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa banyak kelompok radikal yang mengatasnamakan ‘Panggilan Jihad’ untuk melakukan perang. Perang Melawan Siapa?! Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, ramah, dan penuh sopan santun. Terbukti dengan banyaknya warga asing yang selalu memuji kesantunan Bangsa Indonesia.

Ingat!! Penyebaran ideologi radikal masih sering terjadi di Media Sosial dan Media Online. Oleh karena itu, cerdaslah dalam berpikir dan mengolah informasi. (Arl)

 

 
banner
Previous Post
Next Post

0 comments: