Sunday, January 21, 2018

Cuitan Felix Siaw Dilawan “Rakyat Awam Pro-Pancasila”

Cuitan Felix Siaw Dilawan “Rakyat Awam Pro-Pancasila”
Felix Siaw merupakan muallaf salah satu ulama jebolan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang gencar meneriakkan “khilafah” bersama HTI yang kita sama-sama tahu bahwa HTI adalah ormas yang anti dengan Pancasila dan menganggap Pancasila dan UUD 1945 sebagai sistem jahiliyah. Simak bukti video berikut yang diambil pada saat HTI melaksanakan Muktamar HTI di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 2 Juni 2013 silam.

https://www.youtube.com/watch?v=vvwf4GnPgn4

Felix Siaw baru-baru ini kembali berkicau di dunia maya tentang pemerintahan Indonesia saat ini dan sempat viral di media online dan media sosial karena ‘ditangkis’ oleh “rakyat awam Pro-Pancasila” melalui akun facebook atas nama Febry SM. Jawaban Febry yang dibuat per-paragraf tersebut juga tak kalah viral dengan kicauan Felix Siaw bahkan hingga artikel ini diturunkan telah memperoleh banyak jempol dari pembacanya.

Berikut kicauan Felix Siaw (tokoh HTI) dan jawaban dari Febry SM (masyarakat awan yang cinta NKRI dan Pro-Pancasila) yang berhasil dihimpun oleh ngatain.com, yuk dibaca tapi jangan baper, ngatain.com juga akan mengulas kicauan dari Felix Siaw tersebut, mana yang lebih masuk akal, Felix Siaw atau Febry SM?

Silahkan nilai sendiri mana yang lebih masuk akal bagi netizen dan jadi konsumsi pribadi. Oke !?

[caption id="attachment_1242" align="alignnone" width="934"] sumber: timeline photos[/caption]

Paragraf 1
Felix: Kalau rakyat mayoritas Hindu menghendaki pemimpin yang seagama, maka itu wajar, itu demokratis. Giliran Muslim yang menghendaki pemimpin seagama, ini intoleransi.

Febry: Presiden Indonesia sudah Muslim tetep saja dibenci dan dicaci maki kelompok elo lix, sebenarnya siapapun pemimpinnya baik muslim atau bukan tetep aja akan kau salahkan karena yg kau anggap benar itu hanya kepemimpinan versi HTI mu. Sistem kepemimpinan demokrasi di NKRI akan selalu kau salahkan krn emang elu anggap sistem kufur, thogut.

Kalau yang ini Febry yang bener sih. Tahun lalu mungkin Ahok ditolak jadi Gubernur DKI karena beliau bukan agama Islam dan ditambah lagi kasus penistaan agama sampai Ahok di cap kafir oleh HTI. Nah kalau Presiden Joko Widodo? Kan dia muslim, lalu kenapa banyak yang menghina beliau juga? Mungkin benar, HTI tidak peduli siapapun Presidennya, selama masih ada Presiden dan ideologi Pancasila maka HTI akan terus meneriakkan khilafah.

Paragraf 2    
Felix: Bila ada orang Buddha mempraktekkan keyakinannya, isi dari yang mereka yakini kitab suci, itu religius. BILA MUSLIM INGIN MEMPRAKTEKKAN KITABNYA, INI RADIKALISME.

Febry: Wow konyol sekali, OMONG KOSONG APA INI Lix…. udah dari jaman sebelum elu lahir di NKRI bebas menjalankan ajaran dari kitab Al Quran, Elu Sholat, Puasa, Zakat, Haji dll, apa langsung dituduh radikal? Nggak lik, elu bebas disini menjalankan ibadah. Mau sujud sampai modar juga gk apa apa lix.

Yg radikal itu mereka yg atas nama islam ingin meruntuhkan pondasi negara yg sudah diperjuangkan oleh para pendiri negara ini. Ingat lix pendiri negara ini adalah ulama yg lebih ‘alim dari pada elu, beliau-beliau lebih mengetahui apa makna kandungan Al Quran, Hadist, khilafah khalifah … dari pada elu yg mualaf. Dan beliau-beliau lebih mengetahui apa yg bisa mempersatukan keberagaman NKRI yg terdiri dari ribuan pulau, ragam agama, suku, budaya dan bahasa.

Ada benarnya juga yang dikatakan Febry SM, sejak zaman NKRI ini ada kan nggak pernah dilarang buat umat agama manapun menerapkan syariat beragama mereka. Nah yang dilarang itu yang menjadikan agama sebagai “topeng” untuk meruntuhkan pondasi NKRI demi kepentingan mereka. Tahun 1945 ada NII bentukan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang mau mendirikan negara Indonesia islam padahal udah ada NKRI pada saat itu. Kalau zaman now, ya Hizbut Tahrir.

Paragraf 3    
Felix: Ada aliran kepercayaan berbeda-beda di negeri, dikatakan ini kearifan lokal. Islam agama yang sudah diakui, punya banyak madzhab berbeda-beda, dikatakan Islam terpecah-belah.

Febry: Gue gak tau siapa yg hari ini ngomong islam terpecah belah Lix… Tapi gue pernah baca hadist bahwa umat islam kelak emang akan terpecah menjadi 73 golongan.  Jadi elu ini sedang nyalahin siapa, sedangkan Nabi SAW memang mengabarkan umat islam akan terpecah belah. Elu mau nyalahin Nabi…Gile lu ndro gk takut didemo pasukan nasbung apa?

Setuju, di Indonesia saja ada 4 mazhab yaitu, imam Hambali, imam Hanafi, imam Malik dan imam Syafi’i. Sedangkan menurut Rasulullah SAW umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan dan yang selamat hanya 1, wallahualam.

Paragraf 4    
Felix: Suku pedalaman telanjang dikatakan budaya bangsa, tapi siswi yang mau menutup aurat dikatakan kearab-araban, harus diawasi, dituduh benih-benih ekstrimisme.

Febry: WTF… Gue punya banyak teman yg nutup aurat pakai jilbab, mereka santai aja kemana-mana gk diawasi dan gk dituduh benih extrimisme… Yg benih2 extrimisme itu yg ideologinya selaras dgn isis, yg ingin menumbangkan pondasi NKRI kayak kelompok elu.

Nah kalau yang ini kayaknya Felix Siaw lagi ngelantur ngomongnya. Di Indonesia ini sangat banyak perempuan yang berhijab dan menutup aurat, tapi apakah mereka diawasi dan dituduh extrimisme dimana-mana? Belum pernah ada pemerintah kita mengeluarkan aturan yang mengharuskan aparat keamanan untuk mengawasi wanita berhijab di mall atau pasar. Bahkan banyak Kepala Daerah yang mengharuskan pelajar perempuan di daerahnya untuk memakai jilbab sebagai bentuk penguatan dalam norma agama, khususnya islam yang memang mewajibkan perempuan untuk menutup auratnya.

Paragraf 5    
Felix: Perilaku kaum Nabi Luth yang menjijikkan dikatakan lumrah, harus diterima sebagai bagian keberagaman. Sedangkan ide penerapan syariah dan khilafah dianggap terorisme.

Febry: Yg ngomong perilaku nabi Luth Lumrah siapa ya? Semua sepakat itu kelainan.  Lha mau elu apa, mau bunuh mereka? Kalau mereka bisa disembuhkan kenapa harus dibunuh.  Kalau gk bisa disembuhkan, minimal ajarin mereka amalan amalan yg bisa membuat dosa dosa berguguran. Ingat, pintu maaf Allah sangat luas. Barang kali ada amalan yg bisa membuat mereka kelak dpt hidayah.     
Elu Ngebet ingin khilafah, Ya udah gabung aja sama isis, mereka berusaha mendirikan negara khilafah bersyariah. Gabung sono.

Ngatain.com sepakat bahwa LGBT memang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia, nikah sesama jenis pun dilarang oleh pemerintah tapi alangkah lebih bijaksana lagi untuk kita sebagai rakyat Indonesia “merangkul” mereka (LGBT) dan memberikan kesadaran mereka bahwa orientasi seksual mereka selama ini adalah salah. LGBT juga sadar kok kalau mereka punya kelainan seksual dan mereka juga ingin hidup normal kok seperti yang lainnya.

Ide Syariah dan khilafah seperti apa dulu? Khilafah yang ingin meruntuhkan ideologi Pancasila karena dianggap pemikiran jahiliyah? Menegakkan khilafah dengan mengganti sistem pemerintahan yang sah saat ini? Ya itu jelas salah dong.

Mahfud MD pernah bilang: khilafah itu kan artinya sistem pemerintahan, sistem pemerintahan Indonesia berlandaskan Pancasila, berarti ya khilafah Indonesia itu berlandaskan Pancasila dan khalifah itu kan pemimpin umat berarti kan Presiden. Lalu apa lagi yang diteriakkan HTI selama ini?

Paragraf 6    
Felix: Pejabat preman, mengumbar fitnah, punya imunitas hukum, katanya sedang melaksanakan tugas. Ulama ikhlas, dijerat dengan pasal mesum, yang tak pernah terbukti.

Febry: Makanya suruh pulang sini, kalau gk salah ngapain kabur. Ulama ikhlas???? dah dibongkar tuh sama La Nyalla Mataliti, ternyata ada kepentingan politis utk memunculkan Anies-Sandi meraih kuasa. Jadi dia gk murni bela agama dlm aksinya.

Pernyataan bung Febry SM ini ada benarnya juga. Pasca kasus mahar La Nyalla oleh Gerindra, Al-Khaththath (Sekjen FUI dan alumni 212) akhirnya mengatakan, "Jadi, dari lima nama FUI ajukan, salah satunya Mas La Nyalla, itu tidak satu pun yang diberi rekom. Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal dan kita di Jakarta sudah berhasil memunculkan Gubernur Anies-Sandi”. NAH LOH ?!

Ini link nya https://news.detik.com/berita/d-3810833/bela-la-nyalla-al-khaththath-ungkit-212-dan-kemenangan-anies-sandi

Paragraf 7    
Felix: Pelaku makar, membawa senjata, tegas-tegas menantang perang, dilabeli kelompok kriminal bersenjata. Sedang yang menenteng bendera tauhid, dianggap makar.

Febry: Yang hari ini demen bawa bendera Tauhid ingin dirikan negara islam itu kalau gk ISIS ya Hizbut Tahrirmu itu. Elo ingin mendirikan negara di dalam negara itu makar. Klompok Elo ingin mengubah pondasi negara itu makar. Siapa sih Hizbut Tahrir, cuma klompok asing dr luar negeri yg gak punya jasa perjuangan apa apa dlm mendirikan NKRI. Dan gue yakin ketika negara khilafah impianmu itu didirikan, klompok elo gk bakal sudi pakai bendera Merah Putih, karena bendera merah putih itu bendera nasionalisme…klompok elu kan anti nasionalisme. Ya kan.
Bendera Merah Putih cuma akan elu buang ke tong sampah. Itu makar. Elu pikir pemerintah dan rakyat Indonesia menerima? NGGAK. Lagian eks klompok elu kalo ada demo ngikut ndompleng bawa-bawa benderamu itu, apakah ditangkap? Gk tuh.


Bawa bendera tauhid itu tidak masalah, yang masalah adalah kelompok yang menjadikan bendera tauhid sebagai lambang organisasi mereka yang notabene anti Pancasila dan menganggap Pancasila, demokrasi dan UUD 1945 adalah produk jahiliyah lalu berlindung dibalik bendera perjuangan Rasulullah. Padahal tiap ada demo umat muslim tujuan mereka bawa bendera tauhid bukan hanya sekedar “bawa” dalam rangka berjuang di jalan demokrasi tapi untuk menunjukkan bahwa mereka masih “eksis”. Siapa mereka? Ya Hizbut Tahrir.

Paragraf 8    
Felix: Uang haram, hasil korupsi, pelakunya melenggang. Sedangkan pemeriksanya dikriminalisasi, juga melenggang pelakunya. Penjahat dimuliakan, ulama dianggap penjahat.

Febry: Penjahat dimuliakan? Ulama dianggap penjahat? Siapa nih penjahat dan ulamanya. Banyak penjahat yg dihukum mati dan dipenjara Lix…kalau 100% adil itu kayaknya cuma Allah Lix, dibelahan negara manapun bahkan jaman Khilafah mungkin juga punya masalah yg sama dlm penegakan hukum.
Ulama dianggap penjahat? Omong kosong apa nih, presiden seringkali bercengkrama berkumpul dgn para ulama dan habaib. Jangan pakai embel2 ulama deh, kalo cuma kasus chat mesum, elu pakai diri pribadi dia yg kena kasus aja ya, jangan pakai embel2 ulama. Karena cuma dia doang yg kena kasus. Kalaupun ada yg lain itu cuma beberapa glintir bisa dihitung dgn jari.
Ada jutaan ulama yg asik asik aja sama pemerintah. Dan perlu elo ketahui, yg kena kasus chat mesum itu pernah dipenjara di jaman  megawati dan  SBY ya… Jadi status org yg pernah keluar masuk penjara itu namanya residivis. Kalo suatu saat residivis itu kembali terjerat kasus, ya berarti emang kebiasaannya bikin masalah. Bukan kriminalisasi namanya kalau yg kena kasus itu residivis.


Intinya, siapapun tersangka dari sebuah tindakan kriminal , ya yang dicap sebagai pelakunya ya si orang yang terbukti bersalah tersebut aja. Kalau si A yang berbuat kriminal ya si A yang terima hukuman, toh dia melanggar hukum, nggak ada kaitannya sama organisasi atau komunitas yang ada di belakang doi.

Paragraf 9    
Felix: Begitu kejujuran mahal di negeri ini. Keadilan pun timpang. Menjadi Muslim di negeri mayoritas Islam, tidak semudah dan seenak yang dikira penduduk dunia.

Febry: Lix, kurang enak apa lagi kamu hidup di sini. Negara mana yg lebih enak dari Indonesia bagi umat islam. Di Benua Amerika, disana menjamur islamobia, di benua eropa juga, Ditimur tengah banyak perang, untuk sekedar kemasjid saja khawatir kalo kalo pas sholat ada bom nyamber.
Di Saudi dan Turki, orang2 HTI ditangkapi… Sedangkan di Indonesia, ya Allah aman banget ke masjid, sholat, plesiran ke mall…aman tentram. Dan elo bebas koar koar menikmati alam demokrasi.
Yg ngrasa hidup di sini gk enak itu cuma kamu dan klompokmu sendiri saja, salah sendiri ngapain elu pengen mengubah pondasi negara ini. Gk usah pakai embel2 atas nama umat islam, pakailah label umat Hizbut Tahrir…karena umat islam di Indonesia baik baik saja dan nyaman hidup disini.


Sepakat! Indonesia adalah negara paling aman dan nyaman bagi rakyatnya. Imigran afrika dan timur tengah aja nyari suaka perlindungan ke Indonesia. Contohnya, seperti kampung arab di puncak, Bogor.

Paragraf 10 
Felix: Asal anda Islam anda harus salah atas nama keberagaman, toleransi, dan demokrasi. Asal anda mengaku nasionalis, anda bisa jadi penjahat paling kejam sekalipun.

Febry: Ini dia lagi ngomong apa lagi boker? Lix lix, aneh sakali… Gue dan ratusan juta umat islam menyatu dalam keberagaman, toleransi dan demokrasi…dan merasa gk pernah disalah salahkan atas nama hal hal tersebut. Sekali lagi jangan pakai embel2 umat islam lix, karena yg punya masalah dengan demokrasi, keberagaman dan toleransi itu elo dan klompok loe Hizbut Tahrir lix, bukan umat islam.
Asal atas nama nasionalisme anda bisa jadi penjahat paling kejam? Kasih contoh Lix, di Indonesia ini kasus atas nama Nasionalisme bisa menjadi penjahat paling kejam.
Yang gue lihat justru sering terjadi kelompok yang mengatas namakan jihad islam melakukan bom bunuh diri dan menewaskan banyak orang.  Atas nama jihad islam membela agama Allah, elu dan klompokmu boleh suuzdon, memfitnah, mencaci-maki umaro/pemerintah dan ingin meruntuhkan pondasi negara ya….
Sudahlah Lix, hentikan provokasi murahanmu. Elo kalo gk suka dengan pemerintahan NKRI silahkan pindah aja ke negeri asal nenek moyangmu, China. Dan monggo bandingkan enak mana antara kamu tinggal di china dengan di NKRI.


Ini negara hukum dan pasti yang melanggar hukum akan diproses secara hukum yang berlaku tidak peduli agama apa yang dianutnya. Tidak ada sejarahnya orang yang teriak “saya Indonesia, saya Pancasila” berniat untuk menghancurkan bangsanya sendiri.

Tidak ada sejarahnya orang HTI teriak “saya Indonesia, saya Pancasila”. (Irf)

 

Saturday, January 20, 2018

Muslim Cyber Army, Sang Pembela Umat di Media Sosial?

Muslim Cyber Army, Sang Pembela Umat di Media Sosial?
Belakangan ini kita sering kali mendengarkan atau bahkan mengetahui tentang suatu gerakan di media sosial tentang adanya Muslim Cyber Army atau MCA. MCA ini dibentuk dan menjadi “Booming” guna menjadi pembela siapapun yang dikatakan menghina atau bahkan memfitnah Umat dan Ulama Islam. Ditulisan sebelumnya sudah membahas masalah apa itu MCA dan bagaimana dia terbentuk.

Menengok semangat persatuan dan kesatuan Umat Islam, khusus di Indonesia dengan adanya gerakan MCA ini merupakan salah satu poin positif karena umat yang seakan-akan dipisahkan oleh jarak, suku atau bahkan kesibukan pekerjaan dapat bersatu padu. Pada point persatuan Umat Islam, saya mengapresiasi besar atas jasa MCA. Prestasi tersebut menurun jika melihat apa yang disebarkan oleh akun-akun yang mengatakan dirinya “MCA” tulen atau sejati. Sering kali adanya provokasi atau nada sumbang dengan umpatan kasar yang menurut saya tidak pantas kita keluarkan sebagai  Pengikut Nabi Besar, Rasulullah, Muhammad SAW yang selalu mengajarkan kebaikan dan kasih sayang dalam setiap ajaran baginda.

[caption id="attachment_1237" align="alignnone" width="450"] Salah satu akun di Twitter mengatasnamakan “MCA” menggunakan kata kasar[/caption]

Saya  mengutip salah satu ajaran baginda, yaitu dari Anas r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua saling benci membenci, saling dengki mendengki, saling belakang membelakangi dan saling putus memutuskan -ikatan persahabatan atau kekeluargaan- dan jadilah engkau semua wahai hamba-hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seorang Muslim kalau ia meninggalkan -yakni tidak menyapa- saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘alaih). Atau ajaran beliau lainnya seperti ini, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pintu-pintu syurga itu dibuka pada Senin dan Kamis, lalu diampunkanlah bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya itu ada rasa kebencian -dalam hati-, lalu dikatakanlah -yakni Allah berfirman kepada malaikatnya-: “Nantikanlah dulu kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali. Nantikanlah kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali.” (Riwayat Muslim).

Selain itu, Rasullah SAW pernah memaafkan Wahsyi yang telah membunuh paman baginda bernama Sayyidina Hamzah dan Hindu yang memakan jantungnya. Bukankah selayaknya keduanya dihukum mati? Namun Rasullah SAW memaafkannya dan keduanya mendapatkan hidayah dalam Islam.

Persatuan Umat Islam harus kita lakukan dan gemuruhkan di seluruh jagat raya ini. Dengan menggunakan kelemahlembutan yang diajarkan oleh Baginda, Rasullah SAW. Jangan sampai hati kita yang berniat untuk jihad, menyebarkan dakwah di Media Sosial menjadi sia-sia dan mubazdir di Hadapan Allah SWT karena kata kasar dan makian yang digunakan oleh mereka yang menamakan dirinya “MCA Sejati”.

Teruskan perjuangan Umat dengan lebih bijaksana dan sopan sehingga bagi mereka yang hatinya belum disadarkan dalam berkah Islam, dapat bergerak dan senantiasa menyebarkan kasih sayang ala Rasullah SAW. (Afk)

Fadli Zon Cocok Jadi Kritikus Bukan Wakil Rakyat!

Fadli Zon merupakan salah satu dari 5 Wakil Ketua DPR RI periode 2014 s.d 2019 dari Fraksi Partai Gerindra. Fadli Zon cocok untuk disebut sebagai “Wakil Rakyat” bukan? Pertanyaannya, apakah layak seorang wakil rakyat menyampaikan kritikan terhadap Presiden bukan di MEJA RAPAT ANTARA DPR DENGAN PRESIDEN melainkan di MEDIA MASSA yang sarat dengan propaganda dari pihak lain?

Apakah ini langkah politis seorang wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi rakyatnya kepada Presiden ATAU ini langkah untuk menjatuhkan kredibilitas Presiden yang notabene merupakan “lawan politik” nya Partai Gerindra dalam Pilpres 2014?

Fadli Zon mungkin lebih pantas menjadi seorang kritikus, yang kerjaannya selalu mengkritik pihak lain dan selalu menilai dari aspek negatifnya saja. Timbul pertanyaan, apakah Presiden itu adalah “pihak lain” yang layak untuk selalu dikritisi oleh seorang wakil rakyat?

Bukankah dalam Panduan Tugas dan Wewenang DPR RI sudah dinyatakan bahwa tugas anggota DPR adalah “Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat” ?

Beberapa kasus “kritikan” Fadli Zon yang membuat dia layak menjadi seorang kritikus dibandingkan wakil rakyat, antara lain:

  1. Pada 23 Oktober 2014, Muhammad Arsyad Assegaf, seorang asisten tukang sate warga Ciracas, Jakarta Timur, ditahan Bareskrim Polri atas tuduhan pornografi, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan dengan melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE atas tindakannya mengunggah gambar hasil suntingan yang menunjukkan Presiden Joko Widodo sedang beradegan seksual dengan mantan presiden Megawati Soekarno Putri di media sosial. Namun Fadli Zon berkoar-koar di media massa bahwa tindakan penahanan pelaku tersebut dinilai dilakukan Presiden secara berlebihan dan tidak perlu dipermasalahkan. NAH LOH ? Ini kasus penyebaran gambar porno antara Presiden Joko Widodo dengan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri loh, kok dianggap Fadli Zon tidak perlu dipermasalahkan dan terlalu berlebihan jika pelakunya harus ditangkap? Kan Indonesia negara hukum, ada UU ITE yang mengatur secara tegas tindakan yang dilarang untuk dilakukan di dunia maya. Salah satunya larangan penyebaran gambar pornografi. Apalagi tokoh di gambarnya itu 2 orang yang sedang dan pernah jadi orang nomor satu di negeri ini. Jadi yang berlebihan itu siapaa?

  2. Pada bulan November 2014, Pemerintahan Joko Widodo memutuskan untuk menaikkan harga BBM dari Rp.6.500 menjadi Rp.8.500 per liter. Menanggapi hal ini, Fadli menyatakan bahwa argumentasi pemerintah untuk menaikkan harga BBM dangkal. Fadli menganggap kebijakan ini tidak tepat dan pertama kali dalam sejarah harga BBM dinaikan saat harga minyak dunia turun. Fadli menilai masih ada cara lain untuk mensejahterakan rakyat tanpa mengurangi subsidi BBM. Terus, solusi dari seorang wakil rakyat itu apa? Kok koar-koar di media massa doang tanpa beri statement solutif? Wakil rakyat loh, kok kayak mahasiswa yang lagi demo statement-nya.

  3. Pada Oktober 2017, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam tiga tahun ini. Fadli Zon dalam kegiatan di Komplek Parlemen Senayan mengatakan,  kesannya Presiden Jokowi ini 'one man show', kadang sebagai presiden, kadang gubernur, kadang menjadi bupati, sampai kadang-kadang menjadi ketua RT. Menurutnya, bagi-bagi kaos, bagi-bagi sepeda, dan sebagainya, merupakan hal yang tak perlu dilakukan seorang presiden. WHAT ??!! Ya suka-suka Presiden lah, kita bisa anggap itu sebagai bentuk upaya Jokowi biar “akrab” dengan rakyatnya. Terus salahnya itu dimana? Presiden mau akrab dengan rakyatnya kok dikomentari sinis.

  4. Fadli Zon juga sempat di akhir 2017 memposting gambar yang berisi tentang artikel “Jokowinomics Berada di Ambang Kegagalan” yang menyatakan bahwa strategi pemerintah tidak jelas dan Revolusi Mental adalah revolusi yang gagal dengan mengejar pembangunan infrastruktur tanpa memperhatikan ekonomi rakyat. Permasalahannya, jika memang ada yang “salah” dengan strategi pemerintahan saat ini, alangkah lebih bijaksananya dengan membicarakan secara internal antara DPR dengan pemerintah pusat, bukan malah sebaliknya, mengumbar di depan publik tanpa memberikan solusi. Tujuannya apa? Apakah ingin menjatuhkan pemerintah atau mau bikin rakyat tidak percaya dengan kinerja pemerintahan saat ini? Atau malah keduanya? Biarlah Fadli Zon sendiri yang tahu.


Jadi begini, sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat untuk dijadikan sebagai “saluran aspirasi” rakyat kepada pemerintah pusat, sudah seharusnya wakil rakyat tersebut menjalankan tugasnya sebagai “saluran aspirasi” bagi rakyat yang memilih mereka pada saat Pemilu sebelumnya. Wakil rakyat yang bijaksana adalah wakil rakyat yang mampu mengkomunikasikan segala unek-unek, keluh kesah, saran, masukan dan kritikan dari rakyat kepada pemerintah melalui forum yang kita sebut dengan “rapat”.

Wakil rakyat seharusnya dapat bertindak secara bijaksana di hadapan publik dan media massa, menyampaikan permasalahan dan aspirasi rakyat di forum internal DPR dan pemerintah pusat dan menyampaikan argumen positif di hadapan publik dan media massa sehingga dapat memberikan efek “tenang” bagi rakyatnya.

Tapi Fadli Zon? Bukannya melakukan forum diskusi atau rapat antara DPR dengan pemerintah pusat, tapi justru dia mengumbar-umbar kritikan terhadap pemerintah di depan publik dan di hadapan media massa.

Lalu kritikan pedas untuk pemerintah yang disampaikan beliau di media massa itu mewakili aspirasi siapa? Aspirasi pribadi, sepertinya.

Apakah Fadli Zon mencerminkan sebagai wakil rakyat yang bijaksana? Jawabannya, TIDAK.

Mungkin Fadli Zon lebih cocok menjadi seorang kritikus yang memang tugasnya adalah melempar sebuah isu ke publik atau media massa lalu melempar kritikan-kritikan tajam dan pedas kepada pihak lawan.

Pengamat politik saja lebih baik dalam menyampaikan kritikannya dibanding beliau.

Rakyat Indonesia merindukan sosok wakil rakyat yang bijaksana dalam menyampaikan setiap aspirasi rakyatnya, menyampaikan kritikan dan aspirasi dari rakyat di forum internal DPR dan pemerintah pusat serta memberikan argumen positif di hadapan publik dan media massa sehingga dapat memberikan efek “tenang” bagi rakyat Indonesia demi terciptanya situasi yang kondusif, khususnya menjelang tahun politik 2018 dan 2019.

 

Wednesday, January 17, 2018

Tanpa Kita, Indonesia Hanyalah Nama

Siapa kita? Bangsa Indonesia!

Siapa Kita? Yang Punya Negara Indonesia!

 

Pertanyaan sekaligus jawaban diatas merupakan identitas dari Indonesia. Tanpa Kita, Indonesia hanyalah sebuah nama. Kita adalah semua penduduk Indonesia, dari dulu hingga sekarang. Perjuangan dalam merebut kekuasaan dari tangan penjajah, telah dilakukan oleh para pendahulu bangsa. Dengan pengorbanan jiwa dan raga, Bangsa Indonesia dapat memerdekakan diri dari penjajahan Negara asing.

Bung Karno bersama seluruh Bangsa Indonesia terdahulu telah meninggalkkan sebuah kemerdekaan untuk bangsa ini. Bangsa yang besar dengan keanekaragaman suku, budaya, agama, bahasa dan adat istiadat, membuat bangsa ini selalu menarik perhatian warga dunia. Ditambah lagi dengan potensi alam yang sangat luar biasa besarnya.

Jadi, bagaimana menjaga Indonesia yang ada saat ini? Apakah Indonesia yang kita cintai ini hanya akan menjadi sebuah nama? Bagaimana rakyat Indonesia menangani setiap permasalahan yang ada?

Banyaknya pertanyaan yang ada membuat rakyat Indonesia harus berkerja keras untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Rangkaian pilkada tahun ini membuat generasi penerus bangsa bersaing dan berkompetisi untuk mencari jabatan tertentu. Tidak sedikit tindakan yang diluar dari nalar, yaitu saling menjatuhkan lawan politik. Apakah ini cerminan Bangsa Indonesia? Dimana letak Bangsa Indonesia yang sopan, santun dan punya etika dalam menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.

Persatuan dan kesatuan bangsa yang dulu diidam-idamkan oleh para pendahulu bangsa telah dirusak karena politik. Apabila hubungan antara satu dengan yang lain sudah retak, bagaimana Indonesia bisa maju di dunia internasional. Negara-negara asing justru memperkeruh situasi yang ada di Indonesia. Jika bukan bangsa sendiri yang menjaga Indonesia, lantas siapa lagi?

Pesan

“Kita berada di satu perahu besar bernama NKRI, maka siapapun yang ingin mencoba merusak dan membocorkan perahu besar ini, maka kita semua wajib menjaganya dan mencegahnya, tanpa melihat siapa kita dan agama kita” (KHR Ahmad Azaim Ibrahimy)

“Persatuan dan kesatuan itu memiliki peran sentral dalam mewujudkan Indonesia secara utuh. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan harus mampu menjadi pesan Natal yang dapat direfleksikan dan dilaksanakan oleh kita semua. Dengan demikian, Indonesia akan terhindar dari segala bentuk ancaman perpecahan” (Slamet Junaidi, Anggota DPR RI)

“Kita adalah bangsa yang besar, dan bangsa yang besar harus bersatu, kita tidak akan terpecah belah, ini adalah musuh yang kita hadapi sekarang, saat ini musuh yang kasat mata dan tidak terlihat yaitu upaya bagaimana memecah belah dengan berbagai cara dan alasan” (H. Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA, Gubernur Jambi)

“Saya semakin kagum dengan kekayaan budaya yang kita miliki karena di setiap prosesi bukan hanya memiliki keindahan estetika yang tinggi, tapi terkandung pesan-pesan simbolik, filosofi-filosofi yang sangat bermakna yang bisa menjadi landasan etik dalam kehidupan kita sehari-hari” (Presiden Joko Widodo)

Di Balik Kematian 61 Anak Suku Asmat

Beberapa hari belakangan, dunia maya dihebohkan dengan meninggalnya 61 anak-anak Suku Asmat akibat kekurangan gizi dan terkena campak. Hal ini dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Banyak diantaranya pemberitaan media yang menyalahkan Presiden Joko Widodo atas meninggalnya anak-anak Suku Asmat.

Apakah semua hal yang terjadi di Indonesia adalah salah Presiden?

Presiden Joko Widodo bukanlah seorang malaikat atau dewa yang senantiasa mengetahui semua hal yang terjadi di Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia punya kepala daerah masing-masing, mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kepala Desa (Kades), Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. Semua daerah punya kepala masing-masing. Sehingga tidak wajar apabila seorang kepala negara (Presiden) dituntut untuk terjun langsung dalam menangani setiap masalah yang terjadi. Masalah di Indonesia meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan, Keamanan (IPolEkSosbudHanKam).

Dimana peran seorang kepala daerah (Gubernur dan Walikota atau Bupati) ?

Kinerja seorang kepala daerah sangat dituntut dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi di wilayah. Aspirasi dari seorang warga harus mendapatkan perhatian dari kepala daerah, karena kepala daerah secara langsung bersentuhan dengan masyarakat diwilayahnya. Apabila tidak ada kepedulian dari masing-masing kepala daerah, bukan berarti menyalahkan seorang presiden atas beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia.

Kemana dinas kesehatan?

Hampir disemua pemberitaan di media tidak sama sekali menyinggung masalah dinas kesehatan Kabupaten Asmat. Bukankan masalah kesehatan menjadi salah satu tugas pokok dinas kesehatan untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Asmat? Hal ini juga menjadi peringatan untuk dinas kesehatannya diwilayah manapun, bahwa kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab dinas kesehatan setempat. Ketersediaan obat-obatan di rumah sakit dan puskesmas harus lebih diperhatikan.

Apakah orang-orang yang menyudutkan Presiden bisa menangani semua permasalahan di Papua?

Banyak sekali pihak-pihak yang menyalahkan Presiden Jokowi atas kematian anak-anak di wilayah asmat. Seperti, Muhammad Huda (pengamat politik) mengatakan "Seharusnya pembangunan infrastruktur dibarengi dengan peningkatan layanan kesehatan rakyat". Natalius Pigai (Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)) mengatakan "Kita selama ini dihipnotis oleh Jokowi yang mengatakan Papua sudah seperti Jakarta baik pendidikan dan kesehatannya. Itu semua palsu. Kematian bayi berantai di Papua tersembunyi di balik pencitraan Jokowi".

Berbagai kritikan pedas yang diberikan kepada  Presiden Jokowi menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengerti tugas dan fungsi dari setiap kementerian, kepala daerah, dan dinas-dinas yang ada. Presiden telah menggerakkan semua sektor yang ada, tinggal bagaimana masing-masing sektor menjalankan tugas dan fungsinya. Apakah harus presiden juga yang menjalankan semua sektor? Coba dipelajari lebih lanjut agar kita tidak salah paham.

Jokowi melakukan pencitraan?

Pencitraan tidak dilakukan oleh Seorang Jokowi. Media yang senantiasa menggambarkan hasil kerja dari seorang Presiden agar diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Melihat banyaknya kunjungan kerja ke berbagai wilayah Indonesia, Jokowi adalah presiden pertama yang paling banyak mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Jokowi bukan sebatas omong kosong belaka, melainkan peninjauan hasil kerja yang dilakukan oleh beberapa kepala daerah sesuai dengan instruksi Jokowi agar seluruh masyarakat mengalami hal yang sama, seperti daerah jawa.

Kesehatan Tidak Terjamin di Papua?

Jokowi telah memberikan jutaan kartu sehat, yang dapat digunakan untuk berobat secara gratis oleh masyarakat yang kurang mampu. Pada tahun 2014 silam, Kartu Papua Sehat telah diberikan kepada 1.200 masyarakat Papua. Hal ini membuktikan bahwa wilayah yang mendapatkan kartu jaminan kesehatan bukan hanya daerah-daerah yang maju, tetapi wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan pun sangat diperhatikan oleh Jokowi.

Jadi, kasus meninggalnya 61 anak-anak Suku Asmat bukan hanya menjadi tanggung jawab Presiden. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bahwa masih ada saudara-saudara kita di Indonesia yang belum mendapatkan makanan dan gizi yang cukup. Oleh karena itu, marilah kita semua bersatu padu dalam membangun bangsa dan negara ini, agar tidak ada saudara-saudara kita yang merasa terasingkan.

 

 

 

Monday, January 15, 2018

Ulama, Alumni 212 dan Politik

Ulama, Alumni 212 dan Politik
Terbentukny alumni 212 didasari adanya kasus penistaan agama beberapa waktu lalu, dengan tersangka Ahok. Agenda unjuk rasa pun diwarnai oleh berbagai kalangan, khususnya para ulama dan umat Islam.

Ulama atau pemuka agama lain yang selama ini dinobatkan sebagai simbol pemersatu bangsa, ternyata mempunyai keinginan untuk terjun ke ranah politik. Walaupun tidak semua ulama terjun ke politik, tetapi ada pihak-pihak yang menginginkan agar beberapa ulama terjun ke poltik, dengan alih-alih untuk kehidupan rakyat yang lebih baik.

Melihat kondisi yang ramai di media online dan media sosial tentang ulama ke politik, bukankah malah menjerumuskan para ulama. Politik yang penuh dengan aura hitam dan kepentingan belaka, dapat membuat ulama tidak mampu bersikap netral karena adanya kepentingan disana.

Dirilis dari liputan6.com bahwa ada beberapa alumni 212 yang ingin terjun ke politik. Pilkada 2018 seolah menjadi ajang untuk alumni 212 turut berkompetisi. Apakah ini wajar? Padahal pembentukan aksi 212 adalah untuk mengingatkan agar "jangan pernah menistakan agama lain", tapi justru alumni 212 yang ingin turut serta pada pilkada 2018. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa terdapat isu "agama" yang dibawah dalam pilkada 2018.

Berkali-kali Presiden mengingatkan "jangan ada persaingan politik yang membawa isu SARA". Hal ini bertujuan untuk kegiatan pesta demomrasi yang sehat dan tidak ada perpecahan bangsa setelah pilkada. Tetapi demi hawa nafsu belaka, semuanya dihalalkan.

Arrahmahnews.com merilis sebuah berita yang berjudul “Khattath Blak-blakan 212 dan Al-Maidah 51 Hanya Politik Berkedok Agama”. Agama telah menjadi alat untuk membodohi masyarakat dan pemeluk agama yang taat. Mereka yang merasa agamanya dinista lantas berduyun-duyun datang ke Jakarta untuk melakukan aksi bela agama. Padahal mereka telah dibodohi demi syahwat politik dan kekuasaan. Tidak disangka-sangka, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khattath mengakui bahwa dengan aksi 212 dan semangat Al-Maidah 51 adalah gerakan politik untuk memenangkan Anis-Sandi, ketika jumpa pers La Nyalla Mattality di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2017).



Tidak dapat dipungkiri bahwa ada isu agama dalam pilkada DKI beberapa waktu lalu untuk memenangkan Anis-Sandi. Dan disaat pihak alumni 212 merasa dikecewakan oleh sebuah partai politik, dengan mudahnya membeberkan akar masalahnya. Sedikit demi sedikit telah terbongkar bahwa terdapat politisasi agama dalam sebuah pilkada di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk membentuk sebuah bangsa dan negara yang kuat, perlu sebuah tindakan positif dari masyarakat Indonesia. Tindakan yang tidak perlu menggunakan isu SARA dalam setiap kepentingan apapun dan gunakan visi misi untuk membangun. Beradu motivasi, gagasan dan upaya membangun bangsa dan negara dari para calon kepala daerah sangat diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

Mari, wujudkan PILKADA yang Damai dan Aman!

 

Saturday, January 13, 2018

Ketika “Rezeki” Dimaknai Sebagai Uang dan Hadiah/Pemberian

Jangan khawatirkan rezeki, karena rezeki tidak pernah tertukar dan Allah sudah menjaminnya

Apa yang di maksud dengan ‘Rezeki’? Rezeki merupakan sesuatu yang bermanfaat untuk setiap orang  dan digunakan sebaik-baik mungkin. Disini saya tidak perlu mengartikan rezeki berdasarkan agama tertentu karena pada dasarnya, setiap agama mempunyai pernafsiran masing-masing tentang rezeki.

Berbicara masalah rezeki, terkadang banyak hal yang tidak saya pahami tentang pendapat orang-orang. Walaupun sebagian besar selalu diucapkan, tetapi pandangan tentang rezeki yang semestinya itu apa? Disaat ada yang ulang tahun, banyak sekali temen-temen yang mengucapkan “semoga makin banyak rezekinya”. Itu adalah salah satu kalimat yang sering diucapkan.

Ketika mendapatkan  hadiah, uang, dan makanan, banyak sekali yang bilang “lumayan, dapat rezeki”. Memang itu adalah rezeki, tapi apakah hanya itu yang merupakan rezeki?

Banyak diantara kita yang lalai dengan rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan kita semua. Beberapa diantaranya adalah :
Kesehatan

Tidakkah kalian ingat bahwa kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Ketika kita sehat, sebagian besar dari kita tidak sadar betapa mahalnya harga kesehatan itu. Dan tidak pernah teringat dibenak kita untuk mengucapkan syukur atas kesehatan yang diterima. Bukankah itu Kesehatan Merupakan Rezeki yang diberikan oleh Tuhan?
Tidur

Setelah malam tiba, seluruh orang-orang di muka bumi akan melakukan kegiatan istirahat, yaitu tidur. Supaya kelelahan yang dialami selama mata terbuka, dapat dihilangkan. Tapi, bagaimana jika tidur anda pada hari merupakan tidur yang panjang? Dibangunkan ketika terompet Sang Sakala dibunyikan. Bukankah itu pertanda bahwa anda sudah tidak menikmati kehidupan duniawi lagi? Tapi, hampir tidak ada yang bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan.
Teman

Hamper sebagian besar kita hidup bersama-sama dengan teman. Canda tawa, suka duka, bermain bersama, selalu dilewati dengan teman-teman. Walaupun terkadang berselisih paham dengan teman sendiri, tapi mereka adalah teman-teman kita. Punya teman baik, merupakan anugrah yang luar biasa. Tidak semua orang bisa memiliki teman yang baik dan peduli dengan kita. Pernahkah anda berkata “teman, terimakasih telah menjadi teman sekaligus sahabatku"
Pekerjaan

Ketika kita tidak mempunyai pekerjaan atau punya pekerjaan tapi tidak tetap atau punya pekerjaan tapi tidak menyenangkan. Banyak orang diluar sana yang tidak dapat mengerti bagaimana susahnya bekerja. Orang lain hanya melihat tampilan luar dari pekerjaan, serta gaji yang didapat. Tapi tidak tahu apa yang kita kerjakan sehari-hari. Letih, lesu, capek dimarahin, waktu yang tidak sesuai dengan jadwal. Oleh karena itu, syukurilah pekerjaan yang ada. Yang penting halal
Jabatan

Dalam hal jabatan, tidak terlepas dari pekerjaan yang dilakukan. Karena dapat promosi atau tingkat kinerja yang tinggi. Tapi, terkadang masih banyak orang-orang yang ingin mencari jabatan tertinggi pada struktur organisasi. Bukannya bersaing secara sehat, malah banyak yang saling menjatuhkan.

[bs_smart_list_pack_end][/bs_smart_list_pack_end]

Nah, dari beberapa pesan yang saya sampaikan, mohon maaf kiranya ADA yang tidak berkenan di hati para pemirsa. Jika itu bernarnya adanya, mohon menuliskan saran dan komennya. Segala sesuatu yang merupakan suatu REZEKI tidak harus selalu bernilai materi (uang dan hadiah/pemberian).

Friday, January 12, 2018

Wakil Rakyat Kok Begini! Fahri Hamzah Bicara

Mengutip berita yang lansir oleh voa-islam.com, Wakil Ketua DPR-RI Fahri hamzah berbicara tentang kembalinya era otoriter di pemerintahan saat ini. Ada beberapa kalimat penyampaian yang dilontarkan oleh Fahri pada hari Kamis (11/01/2018), yaitu :

“Saya khawatir kalau kita tidak memperingatkan terus menerus ini, apalagi 20 tahun itu selalu ada momen sejarah yang kadang-kadang bergejolak dan tidak terkendali. Bisa-bisa pemerintahannya goyang keras sekali. Kita ingin mengingatkan dan melawan lupa bahwa otoritarianisme itu bisa kembali sebagai sistem”

“Kita ini sudah 20 tahun dan mulai ada introduksi. Pasal-pasal atas nama ketakutan akan kebebasan, kekacauan dan sebagainya lalu meregulasi sesuatu yang memungkinkan negara mengambil keputusan sepihak tanpa proses peradilan yang baik. Ini kita harus lawan”

“Tim-tim yang saya dengar dibentuk itu mau seenaknya menangkap orang. Orang itu belum ada kesalahan tapi ditangkap dulu. Mau disalahkan dulu. Ini mentalitas yang kita runtuhkan. Dan yang kita bangun adalah mentalitas demokratis,”

Apakah pernyataan-pernyataan cocok untuk disampaikan oleh Wakil Rakyat? Pernyataan yang mengundang tanya dari berbagai kalangan masyarakat, sangat tidak tetap untuk disampaikan. Dapat menimbulkan gejolak antara Pemerintah dan Wakil Rakyat yang ada di DPR-RI.

Sebagai Wakil Rakyat, alangkah baiknya menyampaikan langsung kepada presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg). Agar dalam penyampaiannya tidak terkesan mengadu domba antara masyarakat dengan pemerintah. Karena selama ini, beberapa kali wakil rakyat tidak memiliki upaya untuk mendiskusikan segala macam persoalan dengan presiden terkait kehidupan bangsa dan negara ini. Hanya menyampaikan melalui media, yang mana penyampaiannya tidak dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Sebagai negara hukum, pemerintah jelas tahu betul bagaimana cara menghukum seseorang dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku. Hal ini saya tidak sependapat dengan perkataan fahri hamzah bahwa telah dibentuk tim untuk menangkap dan menyalahkan seseorang. Bagaimana bisa seorang wakil rakyat berbicara tanpa dasar dan bukti. Hanya karena “katanya, katanya, katanya”, katanya siapa bung? Coba dipikir secara logika.

Tidak semua lembaga negara berhak untuk melakukan penangkapan, kecuali beberapa lembaga negara seperti Polri dan KPK, karena ada Badan Hukum yang mengatur dan melindunginya. Itupun sesuai dengan tugas yang dijalankan. Penangkapan terhadap seseorang yang melanggar hukum dapat dilakukan dengan bukti-bukti yang ada.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tentang penggunaan media dalam menyampaikan berita, aspirasi, maupun pendapatnya. Secara demokrasi, setiap orang berhak untuk memberikan aspirasi atau kritikan terhadap pemerintahan, tapi tidak dengan semena-mena dalam memberikan aspirasi. Ada batasan-batasan dalam mengkritisi, seperti yang dilakukan oleh beberapa negara maju, yaitu Amerika, Inggris, Perancis, Cina, dan Jepang.

Di beberapa maju seperti yang disebutkan, pembatasan pemberitaan di media sangat diperlukan. Mengapa demikian? Walaupun Amerika dan Inggris dikatakan sebagai negara demokratis, bukan berarti pemberitaan di media tidak dibatasi. Justru di negara kita “Indonesia” adalah negara yang paling demokratis. Tapi demokrasi kita sudah kebablasan, seperti banyaknya hoax bermunculan.

Masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat yang buta terhadap setiap perkembangan informasi. Dari pelosok desa hingga kota metropolitan, keterbukaan informasi sangat luas. Jadi, masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat yang mudah di hasut.

Kembalikan Wakil Rakyat yang CINTA kepada Rakyat!

(Arl)

Cak Nun: Negara Kita adalah Negara Maju

Salah satu hal yang kusuka dari Cak Nun, dimana pun berada beliau selalu tidak lupa membesarkan hati rakyat. Yang tentu saja disertai penjelasan yang masuk akal dan membuka pikiran. Nggak cuman bilang, "Everything is gonna be alright."Olrait opo lek.

Ketika negara kita dikategorikan sebagai third world country alias negara terbelakang, Cak Nun dengan tegas menolak itu. Kategori semacam itu dibuat oleh negara Barat yang merasa lebih maju, lebih beradab, lebih modern dari bangsa kita.

Negara kita tidak terbelakang. Negara kita sangat maju, hanya beda tujuan. Tujuan mereka jelas --> berhala materialisme dan sangat menjujung tinggi kebebasan. Hak asasi manusia di atas segalanya. Nilai-nilai agama diinjak-injak. Pernikahan sesama jenis pun dilegalkan.

Apesnya pikiran kita dibelokan untuk mengikuti pikiran mereka. Kita merasa ketinggalan dari Amrik, Jepang, Korea dan lainnya. Kita meng-iya-kan begitu saja ketika negara kita disebut sebagai negara tertinggal. Tertinggal raimu.

Sejak dulu, bangsa kita adalah bangsa yang mengutamakan pembangunan manusianya. Mari kita tengok ke belakang. Peninggalan zaman dulu kebanyakan cuman candi atau apa pun bangunan yang dipakai untuk tujuan ibadah. Jarang sekali (hampir tidak ada) ditemukan istana megah atau gedung pemerintahan kerajaan zaman dulu.

Candi Borobudur adalah salah satu contoh bahwa bangsa kita dulu rela menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit untuk sesuatu yang religius filosofis. Di umurnya yang sudah 14 abad ini, candi Borobudur masih utuh. Jika ada bagian yang tidak utuh itu karena dicuri, bukan rusak karena alam.

Sekarang cari di kota-kota besar di Indonesia, adakah bangunan sekuat Borobudur yang bertahan sampai 14 abad. Seandainya semua arsitek di negeri ini dikumpulkan tidak akan mampu membuat bangunan seperti Borobudur. Banyak keajaiban di bangunan borobudur yang bikin ndas mumet kalau memikirkannya.

Jadi hebat mana arsitek zaman dulu dengan arsitek sekarang?

Jangan berpikir bagaimana cara membangunnya, batu-batu besar sebanyak itu didapat darimana dan bagaimana mengangkutnya sampai ke puncak. Bakalan pecah ndasmu. Terus bagaimana agar batu-batu itu solid menempel bisa sampai ratusan tahun. Zaman dulu peralatan tidak secanggih sekarang.

Tapi yang paling ajaib dari semua hal yang ada di Borobudur itu bukan arsiteknya, tapi karena keputusan rohaninya. Adakah sekarang pembangunan yang nilainya trilyunan rupiah hanya untuk tujuan religi. Artinya tidak menguntungkan secara materi. Tidak kembali modal.

Seandainya Borobudur dibangun dengan budget sebesar 5 trilyun. Mungkinkah di zaman sekarang pemerintah kita --dengan DPR yang ngontrol bersama MUI dan rakyat--membuat gedung dengan biaya 5 trilyun tapi bersifat spiritual?

Sekarang ini orang mengeluarkan uang besar hanya untuk bikin Mall. Semuanya tujuannya materilatis ekonomis. Kalau untuk tujuan ekonomi mau mengeluarkan uang berapa saja, karena mencari laba.

Mungkin nggak, ada sebuah pemerintahan di negeri ini yang mau mengeluarkan uang sebegitu banyak untuk membangun gedung yang sifatnya spiritual dan filosofis? Nggak mungkin khan. Jadi lebih beradab mana bangsa yang membuat Borobodur atau pemerintahan sekarang ?

Kita jadi sekarang ini karena kebenaran yang kita yakini sejak nenek moyang dulu tergantikan oleh kebenaran Barat. Kita punya metode pengobatan sendiri tapi kita lebih percaya dengan metode pengobatan Barat. Dan banyak lagi, hampir di segala bidang.

Salah satu acara sinting di Amrik adalah malam Halloween. Malam itu semua orang berdandan konyol meniru genderuwo, mummy, kuntilanak dan semacamnya. Dan kita dengan gobloknya ikut-ikutan konyol budaya seperti itu, padahal budaya kita jauh lebih mbois dari mereka.

Orang Korea juga Jepang terheran-heran dengan orang Indonesia. Kenapa banyak orang Indonesia begitu mencintai budaya Korea atau Jepang. Harusnya orang Korea atau jepang lah yang kagum dengan budaya Indonesia yang lebih kompleks dan beragam itu.

Orang Korea itu orang bingung. Mereka beragama tapi tidak mengenal Tuhan, tidak tahu darimana berasal dan akan kemana setelah meninggal. Bahkan mereka tidak mengenal dirinya. Karena seharian sibuk bekerja. Setelah bekerja seharian, banyak dari mereka yang nongkrong senang-senang, minum sampai mabuk. Esoknya bangun dan kerja keras lagi.

Makanya angka bunuh diri di Korea atau Jepang sangat tinggi. Stress dikit bunuh diri. Beda dengan kita yang awet urip. Sukses atau nggak sukses tetap bisa pringas-pringis. Tetap berburu kuliner, tetap beli gadget canggih dan tetap update status eyel-eyelan soal Pilpres. Apapun yang terjadi tetap joget dan nyanyi lagu dangdut : "Yo wis ben bojoku pancen galak/ Raine koyok luwak..."

-Robbi Gandamana-

Sumber : Kompasiana

Luar Biasa! Ini Pencapaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi

Luar Biasa! Ini Pencapaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi
Presiden Joko Widodo sudah 3 tahun menjadi Presiden RI pasca kemenangannya atas Prabowo Subianto di ajang pesta demokrasi Pilpres 2014. Pertanyaannya, apa hasil kerja dari Presiden Joko Widodo setelah 3 tahun menjabat? Sebelumnya, ingat dulu slogan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Yaitu, “kerja, kerja dan kerja” dengan program prioritas “Nawacita”.

Banyak yang bilang Joko Widodo sudah gagal pimpin Indonesia selama 3 tahun ini sampai banyak pihak yang menghina Jokowi. Oke, demokrasi itu harus, sampaikan pendapat dan kritikan silahkan, kebablasan jangan. Simak kajian prestasi Presiden Joko Widodo yang berhasil dihimpun oleh ngatain.com.

Berikut daftar keberhasilan yang telah dicapai oleh pemerintahan Presiden Jokowi
Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Membubarkan PETRAL yang bisa hemat anggaran sebesar Rp.250miliar/hari.

  • Mencabut subsidi BBM untuk orang menengah dan kaya, sehingga dananya dapat digunakan untuk berbagai hal yang produktif.

  • Meresmikan pembuatan jalan tol Trans Sumatera tahap I dari Lampung-Palembang-Indralaya

  • Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dengan Kapasitas 2.000MW yang mangkrak selama empat tahun.

  • Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu, pengairan sawah sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dengan kapasitas 110MW.

  • Tanggal 09 September 2015, dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang (info: Kemen PUPR).

  • Pada Tanggal 21 September 2015, peresmian dioperasikannya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-Kebayoran Baru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia.

  • Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp 16 triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua : Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke, serta infrastruktur pembuatan jalan yang menghubungkan kota kota di Papua.

  • Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp.140 triliun yang selama ini pembangunan Kilang Minyak tidak pernah terwujud sejak era Soeharto.

  • Dengan beroperasinya pada bulan November 2015 ini, unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban, maka impor BBM Premium bisa berkurang 30% atau Negara bisa hemat Rp.150 M/hari, atau setara dgn 100 ribu Barrel per hari.

  • Kasus Lumpur Lapindo yang selama 8 tahun tidak selesai di era SBY, oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung ganti rugi semuanya diterima warga Sidoardjo.

  • Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tanggal 12 Juni 2015 telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5,2miliar barrell untuk Minyak sebanyak 2,7miliar barrel dan untuk Gas14TCF Gas.

  • Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Trans Papua dirancang sepanjang 4.320 Km (Sorong – Manokwari – Wamena – Jayapura - Merauke) (Timika - Oksibil) tersambung pada tahun 2018 (info : Men PUPR Berita Satu TV14.10.15).


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Satu tahun Jokowi memimpin sudah membuat jalan Tol sepanjang 132,35 Km.

  • Izin investasi untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia di era SBY harus menunggu sampai 2 tahun (536hari) Tetapi di era Jokowi urus Izin Investasi cukup dengan 3 jam.

  • Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No.115 tahun 2015 untuk Kementrian Kelautan dan Perikanan yang isinya tidak perlu ke Pengadilan lagi jika Satgas Illegal Fishing menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung tenggelamkan.

  • Dalam kurun waktu 9 bulan Jokowi bisa membayar sebagian hutang warisan peninggalan SBY sebesar Rp. 293 triliun.

  • Sejarah baru Indonesia, dalam waktu 9 bulan investasi masuk Rp 400 triliun, Jokowi memang berkeinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok — Papua. Tanjung Priok — Natuna. Tanjung Perak — ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

  • Dalam satu tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 bandara baru di wilayah terluar Indonesia, diantaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi , dan lain lain.

  • Pemerintahan Jokowi selama satu tahun dapat menurunkan Import Premium sebesar 37% dari semula 378,5ribu BPH turun jadi 236ribu BPH. Begitu juga dengan Solar impor nya turun sebesar 84% dari semula sejumlah 121,3 ribu BPH turun menjadi 20 ribu BPH.

  • Setelah 40 tahun Presiden Italia tidak ke Indonesia datang menemui Presiden Jokowi kemudian pada 9 November 2015 berkunjung untuk menandatangani MOU investasi sebesar USD $ 1,055 M. atau setara dengan Rp 140 triliun dalam bidang Logistik, Industri Kulit, Industri Otomotif dan Furniture.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk terbesar di Asia Tenggara. Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi Ammonia 825.000 Ton per tahun dan produksi Urea 1.155.000 Ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Trans Borneo.

  • Keputusan besar telah diambil Presiden Jokowi, yaitu tidak lagi memperpanjang kontrak Freeport yg telah 45 tahun menggali Emas di Papua, jika tidak sesuai persyaratan. Salah satunya adalah saham 51% milik Indonesia.

  • Jokowi pada 25 November 2015 meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar – Pare-Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Trans Sulawesi dari Manado ke Makassar.

  • Ground breaking pembangunan jalur Kereta Cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

  • Program pembangunan 1 juta rumah untuk rakyat, akhir Januari 2016 sudah terbangun 700ribu unit rumah.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • PLN mulai bulan Februari2016 menurunkan lagi tarif Listrik dengan daya dari 450va, 900va, 1.300va, 2200va dan 4.400va.

  • Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I, berhasil angkut 500 ekor Sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bulan bisa angkut 1.000 ekor sapi.

  • Sejak 50 tahun lalu Warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan Listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yang dikirim Jokowi bulan Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120MW.

  • Sebanyak 2.519 Desa di Indonesia Timur akan mendapatkan aliran Listrik di tahun 2016.

  • Sejak 29 Februari 2016 sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati Gas Alam untuk memasak.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Presiden Jokowi programkan dari tahun 2014-2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan, tahun 2015 sedang dikerjakan 13 Waduk dan tahun 2016 sedang dikerjakan 8 waduk.

  • Waduk yang sedang di kerjakan sejak tahun 2015 : Waduk Raknamo-Kupang. Waduk Pidekso-Wonogiri. Waduk Logung-Kudus. Waduk Lolak-Boolang Mongondow. Waduk Kruereto-Aceh. Waduk Passaloreng-Wajo. Waduk Tanju-Dompu NTB. Waduk Bintang Bano-Sumbawa Barat. Waduk Mila-Dompu NTB. Waduk Kairan-Lebak. Waduk Tapin-Tapin Kalsel. Waduk Rotiklot-Belu NTT. Waduk Telaga Jawa-Karang Asem Bali.

  • Waduk yang mulai dikerjakan tahun 2016 : Waduk Rukoh-Aceh. Waduk Sukoharjo-Lampung. Waduk Kuwil Kawangkoan-Sulut. Waduk Ladongi-Sulawesi Tenggara. Waduk Ciawi-Jawa Barat. Waduk Sukamahi-Jawa Barat. Waduk Leuwikeris-Jawa Barat. Waduk Cipanas-Jawa Barat.

  • Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan MPP di Kab.Bangka untuk pembangkit Listrik dgn daya 350MW guna kebutuhan Regional Sumatera — Yaitu : Bangka-Belitung-Lampung-Nias-Duri Riau-Medan.

  • Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dengan daya listrik 184MW untuk kebutuhan warga Lhokseumawe.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan Mobile PP 425MW di Kab. Mempawah Kalbar pada 02 Juni 2016.

  • Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dengan daya 20 MW pada 02 Juni 2016.

  • Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dengan daya 100.MW pada 03 Juni 2016.

  • Presiden Jokowi ground breaking pembangunan PLTU unit IV Lontar di Kronjo Banten dgn daya 1315.MW pada 10 Juni 2016.

  • Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 225.MW di Gerung Lombok Barat NTB pada 11 Juni 2016.


Hasil Kerja Presiden Jokowi (3 Tahun)



  • Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yang bisa angkut penumpang 25 juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

  • Setelah Indonesia merdeka 71 tahun baru di era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa beli Solar Pertamina dengan subsidi khusus seharga Rp.5.150,- per liter.

  • Warga Sungai Mandau, Kab.Siak selama 71 tahun tidak pernah merasakan listrik, kinidi era Jokowi bisa menikmati aliran Listrik.

  • Warga Kab.Puncak Jaya Papua selama 71 tahun di era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dengan harga Premium yg semula Rp.50ribu, bisa turun ke Rp.6.500per Liter.

  • Jokowi membangun dan meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sangat megah di perbatasan Indonesia-Malaysia dan perbatasan Indonesia-Timor Leste pada 2016 dan 2017.


[bs_smart_list_pack_end][/bs_smart_list_pack_end]

Lumayan banyak ternyata prestasi Presiden Jokowi yang patut untuk diapresiasi oleh masyarakat. Jadi, sebagai masyarakat yang bijak, jangan lihat siapa Presiden kita lalu dihina dan difitnah sana sini tapi lihat bagaimana prestasinya selama ini dan diapresiasi demi Indonesia yang lebih baik.(Irf)

Thursday, January 11, 2018

Hoax di Medsos, Tanggung Jawab Siapa?

Hoax di Medsos, Tanggung Jawab Siapa?
 Hoax di Medsos, Penyebab Masalah di era Melenial (Sumber: jaknews.co.id)

Belakangan ini marak sekali Hoax yang berteberan di Media Sosial. Namun sebelum itu, apakah itu HOAX? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’. Sayangnya, banyak netizen yang sebenarnya mendefinisikan ‘hoax’ sebagai ‘berita yang tidak saya sukai’.

[caption id="attachment_993" align="alignnone" width="835"] Hoax marak disebarkan oleh pengguna media sosial tanpa sadar (sumber: www.rappler.com)[/caption]

Ini menunjukkan bahwa Hoax bukan sesuatu yang baru muncul atau baru nge-trend pada zaman melenial ini. Dilansir dari situs berita CNN Indonesia (29/12/2016), hingga akhir tahun 2016 setidaknya tercatat 800.000 situs dan blog telah memproduksi berita hoax. Tak hanya melalui website, hoax juga secara cepat menyebar melalui media social dan aplikasi pesan instan seperti FacebookWhatsApp dan Blacberry Messanger.

Pemerintah melakukan proteksi kepada masalah Hoax ini dengan melakukan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk menjerat secara hukum, baik bagi pembuat maupun penyebar hoax tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ancaman pidananya selama 6 tahun penjara dan denda mencapai 1 miliar. Realisasi dari UU tersebut bisa kita lihat pada kasus Saracen, salah satu pembuat dan penyebar hoax mengatasnamakan agama pada tahun 2017 silam.

Nah sekarang, setelah pemerintah melakukan tugasnya, lalu tanggung jawab siapa lagi hoax ini? Momentum Pilkada Tahun 2018 dan Pilpres Tahun 2019 memungkinkan adanya peningkatan pembuatan dan penyebaran hoax. Sudah pasti hoax digunakan oleh oknum politik guna meraih dukungan pasangan dengan melakukan black campaign.

Dilansir dari Kompas (11/01/2018), Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan menyarankan untuk setiap penyedia jasa layanan media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram untuk turut melakukan filtering dan menindak akun-akun yang menyebarkan Hoax, khususnya yang menyebarkan hoax dengan unsur Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

Momentum Pilkada 2018 tergolong cukup besar dengan 171 daerah mengikuti pesta demokrasi tersebut. Namun, black campaign melalui hoax di media social merupakan suatu keprihatinan yang diungkapkan oleh KPU dan Kemenkoinfo. Selain itu, pendaftaran akun resmi di media sosial merupakan salah satu upaya guna menghindari penyebaran hoax dan memudahkan penindakan hukum.

[caption id="attachment_994" align="alignnone" width="836"] Invasi Amerika ke Irak bukti Hoax “menyeramkan” (Sumber: static.republika.co.id)[/caption]

Perlu disadari oleh setiap individu, hoax merupakan ancaman yang nyata bagi eksistensi suatu bangsa. Seperti contoh, akibat hoax Mc Namara, Amerika Serikat menyerang Vietnam dengan menuduh Vietnam menyerang kapal Maddox pada tahun 1964. Akibat hoax Powell, Amerika Serikat menyerang Irak dengan menuduh Irak memiliki senjata nuklir pada 2003 dan akibat Hoax Nariyah pada tahun 1990, terjad iperang teluk antara Kuwait dan Irak.

So guys, Mau nggak sih Negara kita Indonesia Raya menjadi Iraq atau Vietnam yang hancur akibat Hoax yang bertebaran?

JadilahGenerasi Indonesia yang lebihbijakmenanggapisuatu hal! (Afk)

Wednesday, January 10, 2018

Aksi 121, Bela Rakyat dan Kedzoliman. Yakin?!

Aksi 121, Bela Rakyat dan Kedzoliman. Yakin?!
Mahasiswa

Banyak beredar berita di media sosial dan media online tentang aksi yang akan dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) pada tanggal 12 Januari 2017. Tujuannya adalah untuk membela rakyat yang saat ini telah di landa masalah ekonomi. Tapi apakah semua itu sesuai dengan harapan rakyat Indonesia? Dimana dasar dari pergerakan tersebut? Ekonomi atau Politik?

Mahasiswa yang harusnya menjadi suatu unsur perubahan dan kontrol pemerintah sudah mulai kehilangan arah. Terlihat pada banyaknya kesibukan di internal organisasi tanpa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kondisi sosial masyarakat seakan terabaikan karena banyaknya isu diluar yang lebih panas dan lebih cocok untuk didemokan. Tidak melihat permasalahan sosial yang ada disetiap wilayahnya.

Perjuangan mahasiswa dalam memperhatikan rakyat, harus didahului dengan banyaknya interaksi dengan rakyat agar semuanya kembali kepada rakyat. Karena pergerakan mahasiswa harus lebih agresif terhadap para penghiat bangsa dan mencegah propaganda di media, yang sifatnya adalah memecahbela bangsa.

Dalam aksi 121 nanti akan banyak aktor-aktor dibaliknya. Mahasiswa saat ini sangat mudah disusupi oleh elit-elit politik yang tujuannya hanya untuk kepentingan kelompok. Tidak melihat gambaran besar dari pencapaian perekonomian Indonesia, jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

FPI

Sejak kasus Ahok, FPI semakin sering melakukan aksi demo yang mengatasnamakan Umat Islam. Termasuk aksi 121 yang akan dilaksanakan. Tapi, yang menjadi topik aksi 121 yang akan dilakukan oleh FPI dan beberapa Ormas Islam adalah “Tolak Kedzaliman FB (Facebook)”. Apa maksud dari Kedzaliman FB? Bukankah FB adalah suatu perusahaan tersendiri, yang tidak ada kaitannya dengan pemerintah.



Banyaknya seruan aksi 121 dilakukan oleh kelompok FPI melalui media sosial, digunakan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, khususnya Umat Islam. Membuat seakan-akan bahwa Umat Islam sedang terdzolimi.

Analisa

Pada era kepemerintahan Presiden, begitu banyak ujian dan cobaan yang dihadapi. Berbagai isu pun digunakan untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini. Begitu juga dengan Aksi 121, yang bertajuk untuk membela rakyat. Apakah aksi tersebut betul-betul untuk rakyat? Atau hanya semata-mata untuk tujuan politik?

Kedzoliman FB? kenapa tidak secara langsung mendatangi kantor perwakilan FB di Jakarta? Bukannya lebih mudah dan lebih leluasa dalam menyampaikan aspirasi.

Aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa dan FPI bersama Ormas Islam tidak dapat dikatakan sebagai aksi murni untuk Bangsa Indonesia. Aksi tersebut didasari oleh Pelaksanaan Demokrasi yang akan dilangsungkan tahun ini.  Untuk memenangkan suatu golongan, berbagai cara digunakan untuk menjatuhkan lawan.

Walaupun Mahasiswa dan FPI memberikan keterangannya bahwa tidak ada pembiayaan dari salah satu tokoh politik, tapi apakah wajar jika pelaksanaanya dilakukan secara besar-besaran. Hal ini membuktikan bahwa aksi yang dilakukan selama ini digunakan untuk menjatuhkan citra pemerintah.

Jadilah Bangsa yang Cerdas!

Mesin Sensor Vs Muslim Cyber Army Gadungan

Mesin Sensor Vs Muslim Cyber Army Gadungan
Perkembangan dunia informasi di media sosial dan media online tumbuh dengan cepat. Setiap orang berhak mengakses dan melakukan update informasi. Pembentukan media sosial sebagai ajang yang bersifat positif, sangat diperlukan oleh masyarkat. Maksudnya adalah melakukan penyebaran berita positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Akan tetapi, postingan negatif justru menyelimuti media sosial, khususnya menjelang pilkada 2018.

Sejak beberapa tahun belakangan, isu tentang pertarungan politik dan organisasi masyarakat menjadi salah satu trending topic di media sosial dan media online. Hal ini mempengaruhi sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya stabilitas keamanan nasional. Salah satunya adalah pembuatan Undang-Undang tentang Ormas.

Dalam dunia maya, terdapat kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang mempunyai kecenderungan untuk melawan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan membuat berita atau konten yang memuat isu provokasi. Padahal, jika melihat tentang awal pembentukan MCA, tidak ada kaitannya dengan segala persoalan yang ada di Indonesia. Jadi, siapa MCA ini?

Menurut sumber dari Cogelrandy.com, Muslim Cyber Army Dikatakan Anonymous dan sebagian anggotanya itu beragama islam. MCA yang dibangun tahun 2011 tidak pernah mencampuri urusan politik. Berbeda dengan Muslim Cyber Army Indonesia gadungan yang hanya memperkeruh suasana Politik di negara Indonesia.

[caption id="attachment_795" align="aligncenter" width="750"] Sumber : Cogelrandy.com[/caption]

Melihat kemungkinan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu anggota MCA 2011 melalui Cogelrandy.com, kami meyakini bahwa anggota MCA yang sebagian besar dikenal oleh masyarakat luas hanya digunakan untuk kepentingan poitik belaka. Berbeda dengan MCA 2011.

Perkembangan di media sosial beberapa waktu lalu, telah membuat heboh beberapa kalangan karena munculnya kode-kode dalam penulisan, yang kemungkinan besar di promotori oleh MCA gadungan. Kode penulisan tersebut menggunakan angka dan sebagian huruf. Hal ini dilakukan untuk menghindari pencarian di Mesin Sensor, yang dimiliki oleh beberapa lembaga dan kementerian.



Postingan yang dilakukan oleh 2 Akun Facebook diatas merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap simbol negara, yaitu Bahasa Indonesia. Perubahan bentuk tulisan dilakukan untuk menghindari pencarian yang dilakukan oleh mesin sensor. Bagaimana dengan konten video atau gambar porno? Kemungkinan ditulisnya adalah “p0r110” dan tidak akan terlacak melalui mesin sensor karena tidak menggunakan huruf yang semestinya. Apakah anda sebagai pembaca, ingin bangsa anda dirusak?



Penggabungan angka dan huruf menjadi satu dalam sebuah kalimat, ditulis oleh salah satu Facebook atas nama “Bang Wartas Sam”. Isisnya adalah “ saudara-saudaraku kaum muslimin & muslimat sekalian. Kami menghimbau kepada kalian semua untuk memenangkan pilkada serentak tahun 2018 & pilpres tahun 2019. Bagi muslimin pilihlah yang peduli dengan Islam. Sebagai bukti contohlah Banten dan DKI Jakarta. Kalau umat Islam masalah ini aja tidak bisa, tak usahlah teriak-teriak “alumini aksi bela Islam 212.”  Allahu Akbar…!!!”

Penggunaan isu SARA yang dilakukan menggunakan perpaduan angka dan huruf menjadi simbol tersendiri bagi kelompok MCA gadungan. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kelompok tersebut dengan sengaja ingin Merusak Moral Bangsa Indonesia dan Tidak Menghargai Bahasa Indonesia. (Dinda)

Ketika Video Mesum Tidak Mempan Jelang Pilkada Kalbar

Ketika Video Mesum Tidak Mempan Jelang Pilkada Kalbar
Paras cantik belum tentu akan selalu membawa keberuntungan bagi seorang wanita. Hal tersebut mungkin sangat pas diberikan pada wanita cantik ini, alih-alih ingin mendongkrak popularitas sebagai Calon Gubernur Kalbar yang diusung PDIP, Karolin Margaret Natasa malah kembali diserang dengan kasus video mesum yang dulu sudah ditutup.

[caption id="attachment_789" align="alignnone" width="750"] Screenshot video mesum yang sempat viral di sosial media[/caption]

LKPI (Lembaga Kejian Pemilu Indonesia) ketika melakukan survei popularitas calon gubernur Kalbar tahun 2018, mendapatkan hasil yang mengejutkan, dimana tingkat popularitas tertinggi yaitu 87,3% adalah Bupati Landak yang saat ini dijabat oleh Karolin. Namun berbeda dengan tingkat popularitasnya, tingkat akseptabilitasnya hanya 66,7% bahkan diperkirakan kapabilitas serta elektabilitasnya sangatlah rendah dibanding calon lain.

Hal ini membuktikan posisinya sebagai anggota DPR RI sebanyak dua periode, putri Gubernur Kalimantan Barat dan kasus video porno yang diduga melibatkan Karolin, merupakan faktor penunjang paling utama popularitas Karolin. Walaupun sebelumnya BK DPR dan Polisi telah menutup kasus tersebut, namun hingga kini video tersebut masih menjadi perbincangan masyarakat dan beredar di media online secara bebas.

Beberapa ahli dan pengacara wanita 36 tahun ini telah memberikan klarifikasi, bahwa video tersebut hanyalah rakayasa digital yang digunakan untuk menjatuhkan pamor clientnya dan bahkan Polisi juga telah berkesimpulan bahwa pemeran dalam video tersebut tidak memiliki wajah yang sama dengan Karolin.

Viralnya video Karolin pada tahun 2012 silam, dijadikan isu politik untuk menurunkan popularitasnya. Begitu halnya menjelang pilkada 2018, Karolin juga diserang isu yang sama (video porno).

Jadi mengapa video tersebut muncul kembali setelah 5 tahun menghilang di dunia maya? Apakah untuk mengahdapi Pilkada agar dapat memenangkan kadernya harus menggunakan informasi ngatif seperti ini? Hal tersebut tanyakanlah pada otak mesum kelompok bokeper yang suka sebar Hoax dan mengkafir-kafirkan seluruh bentuk manusia di muka bumi ini, serta buatlah iklim politik sehat di tahun politik Indonesia saat ini. (Jeff)

Monday, January 8, 2018

Pesan Soekarno di Era Jokowi

Pada tahun 1927 Soekarno mendirikan sebuah organisasi politik yang disebut Partai Nasional Indonesia (PNI), yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan penuh untuk Indonesia. Namun, aktivitas politik subversif ini menyebabkan penangkapan dan juga pemenjaraannya oleh rezim Pemerintah Kolonial Belanda yang represif di tahun 1929. Soekarno yang pada saat itu telah ditahan dan dipenjarakan di Rumah Tahanan Bantjeuj (Banceuy), Bandung, tidak menyulutkan api semangat perjuangan orang-orang Indonesia.

Perjalanan Soekarno semasa hidupnya, membuat beliau memberikan pesan dan kesan dimata masyarakat Indonesia. Beberapa kata mutiara pun keluar dari mulut Presiden Pertama Republik Indonesia. Pesan yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pemimpin bangsa.

"Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan"

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri"

Dari sekian banyak pesan yang disampaikan oleh Soekarno, 2 pesan diatas seperti menggambarkan bahwasannya Soekarno mampu melihat masa depan Bangsa Indonesia. Dari sekian banyak perjuangan para pendiri bangsa untuk mengusir penjajah, justru perjuangan yang paling sulit adalah melawan bangsa sendiri.

Hiruk pikuk perpolitikan di negeri ini seakan-akan berjuang melawan bangsa sendiri. Bukannya bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera, tapi melawan musuh politik dengan menebar isu SARA dan kebencian. Apakah ini yang menjadi tujuan dari para pendiri bangsa ini?

Dalam era kepemerintahan saat ini, isu negatif terhadap Presiden Jokowi selalu dilayangkan. Pendapat yang hanya berdasarkan asumsi belaka juga selalu ditekankan untuk menghalangi program-program pemerintah untuk masyarakat luas.

Berkali-kali presiden menyerukan agar tidak ada perpecahan bangsa. Hingga saat kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyampaikan “Tahun 2018 ini kita memasuki tahun politik. Ini yang perlu kita perhatikan agar kita semua bersama-sama menjaga persaudaraan dan persatuan kita, sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan baik”. Bukankah sama dengan pesan Soekarno diatas?

Membangun bangsa yang damai dan hidup dalam persaudaran adalah tugas masyarakat Indonesia. Bangsa ini bukan hanya milik pemerintah, bukan pula milik suatu golongan atau ras tertentu. Bangsa ini adalah Bangsa Indonesia. Bangsa yang penuh cinta dan kedamaian. Singkirkan pertikaian, wujudkan Indonesia Damai.(Ars)

Peningkatan Ekspor Impor di Tahun 2017

Peningkatan Ekspor Impor di Tahun 2017
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis nilai ekspor impor di Indonesia selama Periode November tahun 2017. Beberapa data tentang nilai ekspor impor, dikategorikan mengalami peningkatan. Berikut laporannya :
EKSPOR



  • Nilai ekspor Indonesia November 2017 mencapai US$15,28 miliar atau meningkat 0,26 persen disbanding ekspor Oktober 2017. Sementara dibanding November 2016 meningkat 13,18 persen.



  • Ekspor nonmigas November 2017 mencapai US$14,01 miliar, naik 1,82 persen dibanding Oktober 2017, sementara dibanding ekspor nonmigas November 2016 naik 13,00 persen.



  • Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–November 2017 mencapai US$153,90 miliar atau meningkat 17,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$139,68 miliar atau meningkat 16,89 persen.



  • Peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2017 terhadap Oktober 2017 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$152,3 juta (8,04 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$133,5 juta (28,55 persen).



  • Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– November 2017 naik 14,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 11,40 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 34,38 persen.



  • Ekspor nonmigas November 2017 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,22 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,51 miliar dan Jepang US$1,33 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,07 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,38 miliar.



  • Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–November 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$26,89 miliar (17,47 persen), diikuti Jawa Timur US$16,97 miliar (11,03 persen) dan Kalimantan Timur  US$16,02  miliar (10,41 persen).


IMPOR


  • Nilai impor Indonesia November 2017 mencapai US$15,15 miliar atau naik 6,42 persen dibanding Oktober 2017, demikian pula  jika  dibandingkan  November  2016  meningkat 19,62 persen



  • Impor nonmigas November 2017 mencapai US$12,92 miliar atau naik 7,37 persen dibanding Oktober 2017, demikian pula jika dibanding November 2016 meningkat 18,05 persen.



  • Impor  migas  November  2017  mencapai  US$2,23  miliar  atau naik 1,22 persen dibanding Oktober 2017 dan juga meningkat 29,56 persen dibanding November 2016.



  • Peningkatan  impor  nonmigas  terbesar  November  2017 dibanding Oktober 2017 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$378,5 juta (19,32 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar US$67,9 juta (20,95 persen).



  • Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$31,78 miliar (26,46 persen), Jepang US$13,89 miliar (11,56 persen), dan Thailand US$8,44 miliar (7,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,37 persen, sementara dari Uni Eropa 9,32 persen.



  • Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–November 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 15,19 persen, 16,37 persen, dan 11,53 persen.


Hal ini dikategorikan sebagai perekonomian yang sehat. Dimana daya jual beli suatu negara mengalami peningkatan. Walaupun banyaknya faktor ekonomi global yang mempengaruhi perekonomian di Indonesia, tetapi perdagangan Indonesia tidak mengalami dampak yang sidnifikan. Lain halnya dengan banyaknya negara-negara di kawasan Asia yang terkena dampak dari krisis di Eropa dan Amerika beberapa waktu lalu.

 

Kondisi Sebenarnya Ekonomi Indonesia: Sebuah Catatan di Awal Tahun

Awal tahun ini saya mendengar ada yang mengatakan bahwa krisis ekonomi siklus 10 tahunan akan kembali terjadi di Indonesia pada 2018, setelah sebelumnya terjadi pada 1998 dan 2008.


Pernyataan tersebut sangat tidak betul. Sampai detik ini, Saya tidak melihat ada tanda-tanda ekonomi kita akan bermasalah. Sama sekali tidak ada.


Sebab kalau ekonomi nasional kita akan bermasalah pasti ada tandanya, seperti layaknya orang sakit pasti ada gejala-gejala yang mengawalinya.


Sekarang tidak ada 1 pun indikator ekonomi yang mengatakan ekonomi kita akan mengalami krisis. Lebih dari itu, sekarang tidak ada satupun institusi internasional yang mengatakan Indonesia punya masalah.


Jika kita bandingkan semua rating-rating dunia pada tahun 2015 akhir, dengan 2016 akhir, dan dengan 2017 akhir, maka terlihat sekali keadaan ekonomi Indonesia terus meningkat, sejalan dengan stabilitas politik dan keamanan nasional.


Bahkan pada data terakhir yang saya kirimkan bersama tulisan ini, terlihat sekali bahwa Indonesia sudah dimasukkan pada kelompok lima besar ekonomi dunia.


Hal ini sejalan dengan ramalan The World Economic Forum dan Pricewater-houseCoopers yang memproyeksikan Indonesia pada 2030 akan memiliki GDP (Gross Domestic Product) di peringkat 5 dunia, yakni sebesar USD 5,424 triliun.


Angka ini di atas GDP negara maju seperti Jerman atau Prancis. Nomor 1 adalah Tiongkok dengan USD 38,008 triliun, sedangkan di posisi kedua adalah Amerika Serikat dengan USD 23,475 triliun. Kita sedang bergerak mengarah ke sana.


Artinya program-program pemerintah sudah benar, mulai dari program pembangunan infrastruktur di kota maupun pedesaan, penyaluran dana desa, pengembangan pertanian, program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sampai Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera.


Kemudian jika kita perhatikan, kesejangan di Indonesia sudah dapat dikurangi menjadi jauh lebih baik. Hal ini terlihat dari Gini Ratio yang terus menurun.


Berdasarkan data BPS, koefisien gini September 2014 masih di angka 0,414. Angka ini bertahap menurun hingga Pada September 2017 menjadi 0,391.


Bicara tentang siklus bisnis di Indonesia, sebenarnya masa perlambatan ekonomi terjadi rata-rata 7 tahunan, bukan 10 tahunan. Terakhir seharusnya terjadi pada tahun 2016.


Tapi pemerintah Indonesia saat itu sudah bisa mengendalikan siklus bisnis dengan baik dengan melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter secara tepat.


Ketika perlambatan hampir terjadi, waktu itu pemerintah mempercepat belanja infrastruktur dan pencairan program-program yang menyentuh kemiskinan, serta mengendalikan harga pangan.


Kemudian ketika inflasi stabil di angka rendah, suku bunga diturunkan. Mungkin sebagian dari kita tidak sadar bahwa di 2016 kita telah lolos dari resesi.


2018, Tahun Kerja Keras


Apa yang harus dilakukan tahun ini? Kita harus bekerja lebih keras. Kita semua. Harus lebih kompak timnya.


Tahun ini pemerintah akan menerapkan strategi yang lebih reaching out dengan kata lain lebih jemput bola. Misalnya,


untuk mempercepat pembangunan pemerintah dapat memanfaatkan keberadaan dana-dana dari luar negeri.


Contohnya dana pensiun di Jepang yang bunganya 0%. Kalau kita tawarkan dana tersebut dapat diinvestasikan diIndonesia dalam program yang berkesinambungan dengan bunga 3 4%, mereka pasti senang sekali.


Kita juga untung karena hanya membayar bunga yang rendah, jauh di bawah rata-rata suku bunga kredit di Indonesia yang tercatat 11,45% (data BI November 2017), dan hanya setengah dari bunga pinjaman proyek LRT yang 8,25%.


Tidak akan sulit bagi Indonesia karena sudah memperoleh kepercayaan dunia. Buktinya adalah meningkatnya rating kita oleh beberapa institusi internasional, seperti dariFitch Ratings (naik dari BBB- ke BBB), Standard & Poors (dari BB+ menjadi BBB-/Investment Grade), dan Moody's Investors Service (naik dari Stable menjadi Positive).


Saya juga optimis bahwa rating Indonesia tahun ini akan lebih baik. Dampaknya akan luar biasa karena tingkat kepercayaan investasi pada kita makin tinggi.


Strategi jemput bola ini penting karena kita yang harus aktif mendatangi mereka secara profesional, bukan kita yang menunggu didatangi.


Apalagi sekarang kita seolah-olah muncul tiba-tiba di permukaan setelah selama ini Indonesia tenggelam di kancah dunia.


Kalaupun dulu sempat naik itu hanya karena ada 'comodity booming' atau harga komoditas melonjak, sehingga ekonomi Indonesia dalam kurun 2010 2012 tumbuh di atas 6%.


Ke depannya kita tidak lagi boleh bergantung pada harga 'raw material' saja. Industrialisasi harus kita jalankan supaya bisa menambah added value pada bahan mentah.


Untuk mewujudkan itu, ada 2 tantangan yang kita hadapi


Pertama, masalah ketertinggalan teknologi. Negara-negara maju seperti Tiongkok saat ini sudah menggunakan 'robotic technology' dengan apa yang disebut dengan Industry 4.0. Tantangan Indonesia adalah bagaimana dapat mengikuti kemajuan teknologi tersebut.


Tantangan kedua adalah bagaimana memperbaiki SDM. Ketersediaan SDM berkualitas adalah mutlak dimiliki olehIndonesia. Tidak bisa tidak. Jika tersedia SDM yang terampil, maka kita tidak lagi perlu menerima tenaga kerja asing.


Untuk mengatasi itu pemerintah sudah memutuskan untuk mengundang profesor-profesor kelas dunia agar mau bekerja di universitas di Indonesia.


Opsi lain adalah mendorong kerja sama antara universitas top dunia dengan universitas dalam negeri seperti ITB, UI, UGM, dan sebagainya.


Evaluasi Pemerintah


Sebagai kesimpulan, jika ditanya apakah kita sudah puas dengan pencapaian pemerintahan Presiden Jokowi selama ini? Tentu saja belum.


Karena baru 3 tahun lebih berjalan, masih ada 1 tahun lebih. Mari kita lebih sabar menunggu. Tapi kita harus akui bahwa banyak kemajuan yang sudah dicapai. Contohnya adalah GDP Indonesia di tahun 2017 yang diperkirakan mencapai USD 1.004 triliun.


Kadang kita justru lupa untuk merayakan atau mengapresiasi keberhasilan kita sendiri seperti ini.


Pertanyaan selanjutnya, apakah semua pelaksanaan program pemerintah sudah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional?


Ada yang lebih baik, ada juga yang tidak. Itu sangat normal saja, semua di dunia juga begitu.


Jadi jangan kita menaifkan pencapaian-pencapaian pemerintah. Memang saya juga harus akui bahwa masih ada juga kekurangan kita. Misalnya masih ada kalangan birokrat yang memiliki mental minta dilayani, bukan melayani.


Padahal Presiden sudah habis-habisan untuk merevolusinya. Jadi memang masih diperlukan waktu untuk memberikan pemahaman ini kepada para birokrat dan juga masyarakat pada umumnya.


Di luar kekurangan itu, menurut hemat saya kepemimpinan Presiden Jokowi telah memberikan 1 pilar tersendiri. Beliau sudah berhasil memberikan ketauladanan bagaimana melakukan suatu kegiatan dalam pemerintahan ini di mana Beliau sendiri, anak dan istrinya tidak ada cawe-cawe macam-macam untuk keuntungan pribadi.


Satu lagi kelebihan Beliau menurut saya adalah ketegasannya dalam memotong banyak sekali birokrasi. Belum pernah terjadi di sepanjang sejarah pemerintahan kita.


Kontras dengan kecenderungan kita yang suka membuat peraturan yang berbelit dan tumpang tindih, Beliau justru memotongperaturan dalam konteks bukan menyimpangi aturan tapi lebih pada menyederhanakan, sama seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju.


Kesalahan kita selama ini adalah terlalu banyak membuat peraturan, sehingga mengikat diri kita sendiri.


Penutup


Sebagai penutup, saya mengajak segenap kita sebagai bagian dari NKRI, untuk bersikap optimis. Tidak ada alasan untuk tidak optimis. Jika masih ada kritik di sana sini, itu hanya karena kita hanya merasa kurang cepat.


Kenapa? Banyak faktor di kita sendiri. Kita kadang masih suka ribut sendiri. Jika terus seperti itu, kita hanya akan membunuh diri kita sendiri atau memperlambat diri sendiri.


Maka dari itu saya berharap pada seluruh masyarakat untuk jangan membuat berita-berita yang tidak benar. Jika ingin memberitakan, dasarilah dengan data.


Apalagi para intelektual-intelektual Indonesia, saya percaya pasti mampu bersikap lebih dewasa dan berkomentar berdasarkan data.


Saya sendiri sangat optimis bahwa kinerja pemerintah di 2018 pasti akan lebih bagus dibandingkan 2017. Bahkan kalau kita pelihara stabilitas dengan baik, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di 2019 akan bisa mencapai lebih dari 6%.


Angka ini memang masih di bawah prediksi kita dulu di 7% di mana waktu itu kita berharap ekonomi global dapat lebih cepat membaik.


Ternyata kenyataannya tidak demikian. Tapi sekarang ekonomi global sudah mulai membaik, maka kita akan coba mengikuti arus membaiknya itu.


Akhir kata, saya mengucapkan selamat tahun baru! Mari kita sambut 2018 dengan kerja keras, tetap optimis dan berpikir positif. Karena sekali lagi, tidak ada alasan untuktidak optimis.


Penulis adalah Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.


Sumber : industry.co.id

Sunday, January 7, 2018

FITNAH! Pemerintahan Jokowi Radikal Terhadap Umat Muslim di Tahun Politik

Berbagai anggapan di media sosial dan media sosial yang menyudutkan Pemerintahan Presiden Jokowi semakin gencar. Tudingan-tudingan untuk menjatuhkan nama baik Presiden Jokowi semakin banyak, dengan berbagai persoalan dan isu.

Di awali dengan Isu Penutupan Media Muslim. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usamah Hisyam, bahwa ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin membungkam media tertentu, khususnya media Islam.

Pernyataan yang disampaikan oleh Hisyam merupakan sebuah opini yang tidak berdasar. Bagaimana tidak? Karena Pemerintah saat ini telah gencar melakukan monitoring di media online dan media sosial agar tidak tidak ada opini-opini yang menyesatkan masyarakat, serta membuat kebingungan di masyarakat.

Kedua, Ulama didiskriminasi. Siapa Ulama yang didiskriminasi? Berita yang menyebar luas tentang diskriminasi ulama sangat disayangkan. Pasalanya, ulama yang dimaksud adalah seseorang yang dianggap panutan oleh sekelompok orang tertentu. Bagaimana dengan Umat Muslim lainnya?. Padahal Jokowi membangun kedekatan dengan semua umat dan golongan untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, khususnya Umat Muslim.

Ketiga, tuduhan bahwa Jokowi semakin keras terhadap umat Islam. Maksudnya apa? Sebagian masyarakat Indonesia adalah beragama Islam. Apakah Pemerintah gencar melakukan perlawan terhadap Umat Muslim? Pemerintah hanya melakukan perlawan terhadap kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Agama sebagai perjuangan. Seperti halnya kelompok ISIS.

Keempat, masalah PKI. Dari awal sudah disampaikan oleh Jokowi, “apabila ada PKI, Gebuk!”. Apakah pernyataan ini kurang jelas kepada masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang anti pemerintah. Dalam Undang-Undang juga sudah dikatan bahwa PKI adalah organisasi terlarang, sehingga keberadaannya harus dihilangkan.

Jadi, menjelang pertarungan politik, seharusnya para politisi dan pendukunganya melakukan pertarungan visi dan misi. Program kerja yang akan dilaksanakan untuk membangun bangsa. Bukan dengan politik adu domba, yang menggunakan sentiment Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). (HSN)

 

Saturday, January 6, 2018

Ekonomi Hancur dan Kemiskinan Meningkat di Indonesia, Benarkah?

Ekonomi Hancur dan Kemiskinan Meningkat di Indonesia, Benarkah?
Indonesia saat ini telah menginjak babak baru di Tahun 2018. Menjelang pesta demokrasi dalam pemilihan Kepala Daerah menjadikan masing-masing calon berlomba-lomba untuk mengedepankan visi dan misi untuk pembangunan ekonomi dan memberantas kemiskinan.

Bagaimana pemerintah saat ini, apakah tidak mampu memperbaiki perekonomian Indonesia? Bagaimana dengan angka kemiskinan yang ada di Indonesia? Mari kita bahas satu per satu.

Ekonomi

Ditangan mantan Wali Kota Solo, perekonomian Indonesia telat mengalami peningkatan yang luar biasa. Hampir di seluruh sektor, mulai dari perekonomian, Pariwisata, Keamanan, Hubungan Diplomatik, dll, telah dibangun pemerintah Jokowi dengan baik dan bagus. Seluruh negara-negara maju telah mengakui perubahan struktur ekonomi di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Amerika dan Presiden Korea beberapa waktu lalu.

Pesatnya pembangunan ekonomi Inndonesia ditandai dengan banyaknya pembangunan infrastruktur jalan, bandara, dan pelabuhan sebagai faktor terpenting dalam menunjang roda perekonomian di setiap wilayah di Indonesia. Tidak hanya datang dari pemerintah Indonesia, tetapi juga banyaknya investor asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Mengapa investor asing ingin berinvestasi di Indonesia? Hal ini terjawab dengan ‘kepercayaan’ para investor terhadap pemerintahan Jokowi dalam membangun suatu negara yang lebih maju.

Jika melihat sumber perkembangan ekonomi Indonesia dari dalam negeri, banyak yang berpikir bahwa itu semua adalah permainan yang dibuat oleh pemerintah, sehingga kami melihat dari sumber media asing.

Dilihat dari beberapa sumber ‘media asing’, seperti  worldbank.org, businessinsider.sg,  dan trtworld.com,  Indonesia akan menjadi salah satu negara kuat di bidang perekonomian. Banyak yang memprediksi bahwa pada tahun 2030, Indonesia akan menempati peringkat ke-5 dalam kekuatan ekonomi, setelah Cina, Amerika Serikat, India, dan Jepang.



Bagaimana dengan hutang Indonesia? Coba lihat daftar hutang negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Amerika, dan negara lainnya. Berapa banyak hutang yang dimiliki oleh masing-masing negara. Tapi, kenapa mereka (negara-negara asing) bisa maju secara ekonomi?. Hal ini didasari oleh Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih besar dibandingkan dengan hutangnya. Oleh karena itu, pemerintah membangun beberapa infrastruktur untuk memperkuat kegiatan perekonomian di Indonesia.

Kemiskinan

Beberapa orang beranggapan bahwa kemiskinan di Indonesia semakin meningkat. Apakah mereka berbicara soal fakta dan data? Atau hanya sekedar ambisius untuk menjatuhkan kinerja pemerintah?

Pada tanggal 2 Januari 2018, situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis presentase penduduk miskin yang ada di Indonesia dari Tahun 1999 hingga data per September 2017. Menurut data dari BPS, angka kemiskinan di Indonesia per September 2017 sebanyak 26,58 juta jiwa (10,12%). Angka tersebut adalah angka terkecil dari jumlah kemiskinan beberapa tahun kebelakang. Apalagi ditambah dengan jumlah penduduk yang setiap tahunnya semakin bertambah. Apakah ini bukan suatu keberhasilan pemerintah Jokowi dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia? Mikir Bos!



Selain itu, program pemerintah yang telah berjalan adalah dengan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKP) bagi masyarakat miskin. Program-program tersebut telah dijalankan oleh pemerintah. Jika program yang telah dijalankan oleh pemerintah tidak diterima oleh beberapa perusahaan atau biro jasa yang telah bekerjasama dengan pemerintah, makan kesalahan tersebut bukan pada pemerintah, tetapi OKNUM yang tidak menghendaki program pemerintah. Maka sebagai masyarakat Indonesia berhak melaporkan kepada pihak berwenang, sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Jadi, apa yang kurang dengan program-program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Jokowi?. Yang salah adalah kita, tidak mau mencari informasi secara benar dan bijak dalam mengolah informasi. oleh karena itu, mencari informasi dengan data dan fakta itu perlu, Demi Indonesia yang lebih baik. (Dinda)