Saturday, November 25, 2017

Waduh! Google Ternyata Kesulitan Membedakan Berita Hoax

Ngatain - Google telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan berita palsu sejak pemilihan 2016, namun algoritma peringkatnya bermasalah dalam menilai kebenaran saat kelompok lawan mendukung dua fakta yang berbeda. Selama pemilihan Rusia, masalah google dengan mempromosikan informasi yang salah muncul setelah penembakan massal baru – baru ini di Amerika Serikat, karena Para pembuat Hoax menggunakan momen tersebut untuk menyalahkan ideologi politik yang berlawanan.
Menurut Eric Schmidt, Ketua Alphabet pusat Google, bentrokan online saat ini membuat sulit bagi algoritma peringkat Google untuk memisahkan Kebenaran dari Kebohongan.

“Kelompok ini mempercayai fakta A, dan Kelompok ini mempercayai fakta B, dan anda sangat tidak setuju satu sama lain dan anda semua mempublikasikan dan menulis tentang hal itu dan sebagainya dan seterusnya. Sangat sulot bagi kami untuk memahami kebenaran”.

“Jadi, ketika sampai pada persaingan kelompok A melawan kelompok B. Anda bisa membayangkan apa yang saya bicarakan, sulit bagi kita untuk memilah mana peringkat A atau B yang lebih tinggi”.
Algoritma Google lebih mudah menangani informasi palsu atau tidak dapat mudah dipercaya saat ada pendapat yang lebih besar, namun lebih menantang untuk memisahkan kebenaran dari kesalahan informasi saat pandangan bertentangan secara diametri.

Pada sebuah wawancara bulan Agustus dengan Fast Company, Schimidt membahas ancaman propoganda jaringan yang disponsori negara. Dia mengatakan Alphabet meremehkan seberapajauh pemerintah akan menggukanan hacking untuk mengendalikan ruang informasi dan sejak saat itu sangat tertarik dengan informasi yang keliru dan cara kerjanya, ia meragukan bahwa kecerdasan buatan bisa mencegah hal buruk meskipun algoritma sangat penting untuk menyingkirkan pembuat Hoax.
banner
Previous Post
Next Post

0 comments: