Thursday, November 30, 2017

Jokowi: Jadikan Rasullulah Sebagai Suri Teladan Yang Baik Bagi Generasi Penerus Bangsa

Ngatain - Siapa yang tidak mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam? Sesosok manusia yang diutus oleh Allah Azza wa Jalla sebagai rahmat seluruh alam ini, tidak hanya mendapatkan apresiasi dari orang Islam saja. Sebaliknya, banyak orang non Muslim yang mempelajari kehidupan Rasullulah secara objektif pasti akan terkagum-kagum dengan kesempurnaan akhlak yang dimiliki oleh Rasullulah

Michael H. Hart misalnya, guru besar astronomi dan fisika perguruan tinggi di Maryland, Amerika Serikat ini menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam adalah sosok manusia yang pantas menempati urutan pertama dari 100 tokoh manusia yang paling berpengaruh di dunia. Tak hanya itu, seorang novelis, kritikus, esaias, politikus, dan orator Irlandia yang menetap di Inggris, George Bernard Shaw juga mengatakan, apabila Nabi Muhammad ditetapkan sebagai pemimpin tunggal di dunia modern, ia yakin bahwa Nabi Muhammad mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan untuk seluruh manusia di dunia.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439H di Istana Bogor, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga menyatakan kekagumannya. Bahkan ia berpesan kepada seluruh orang tua untuk menjadikan Rasullulah sebagai suri tauladan yang baik bagi anak-anak dan pemuda generasi penerus bangsa

"Kita wajib mengajarkan kepada anak-anak kita untuk meneladani Rasulullah yang uswatun hasanah, yang berwatak mulia, yang lemah lembut, yang jujur, yang santun, yang amanah, yang selalu menyampaikan kebenaran," kata Jokowi di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat

Menyikapi pesan yang disampaikan oleh bapak Presiden Jokowi ini, sebagai orang tua yang baik, sudah saatnya bagi orang tua Muslim di Indonesia untuk memberikan pemahaman kepada anak kita tentang kesempurnaan sifat, perilaku, dan tutur kata Nabi Muhammad, agar nantinya Indonesia menjadi negara yang besar dan disegani oleh seluruh negara-negara di dunia.

Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21) (AD)

Wednesday, November 29, 2017

Korupsi Dan Moral

Pasca Insiden tabrak tiang lampu dan ditangkapnya SN sebagai terduga korupsi, membuat rakyat mulai membuka mata tentang kiprah KPK dalam perjuangan memberantas Korupsi di Indonesia. Kejahatan korupsi ini sebenarnya telah terjadi sejak dulu dalam bentuk upeti dan hadiah untuk memuluskan dan merebut kekuasaan dengan cara kotor.

Belum hilang dari ingetan publik tentang berbagai halangan KPK dalam menjerat para pemburu uang rakyat, kita kembali terhenyak dimana KPK kembali menangkap tangan upaya korupsi sekitar 4,7 M oleh 10 orang Pejabat di Propinsi Jambi untuk mensyahkan APBD Jambi pada 2018. Tentu tidak dapat dinalar bagaimana para pejabat tersebut bisa mulai berusaha untuk "menggarong" uang rakyat pada level pengesahan, bagaimana kita membayangkan pada saat APBD tersebut telah dianggarkan, bisa disimpulkan APBD tersebut akan menjadi bancakan dan bagi-bagi untuk memperkaya diri sendiri, kelompok dan golongan tertentu.

Melihat merajalelanya korupsi di Indonesia, tentu menjadi anomali dimana Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang sangat religius. Adanya anomali tersebut tentu menjadi pertanyaan semua pihak bagaimana menyelesaikan masalah korupsi di Indonesia. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana sebenarnya jalur-jalur kesempatan untuk korupsi itu masih selalu terbuka, sedangkan berbagai pihak sepertinya masih menutup mata untuk menyelesaikannya?. Padahal menurut Karl Kraus (1874-1936), penulis dan jurnalis Austria, "Korupsi lebih buruk dari prostitusi. Prostitusi membahayakan moral Individu, tetapi Korupsi membahayakan moral seluruh negara". (ali)

Monday, November 27, 2017

Papua Ingin Merdeka? Ini Pengakuan Orang Asli Papua

Papua Ingin Merdeka? Ini Pengakuan Orang Asli Papua
Beberapa waktu yang lalu, Tim dari Ngatain.com mencoba untuk berkomunikasi dengan beberapa warga Papua dan Papua Barat yang ada di Jakarta. Lebih dari 20 orang asli Papua dan Papua Barat mengatakan TIDAK SETUJU dengan kemerdekaan di Tanah Papua.

Mengapa demikian? Alasan mereka sangatlah simpel, yaitu “Papua bisa ada sampai sekarang karena perjuangan para pendahulu bangsa”, tanpa adanya mereka (pahlawan kemerdekaan), Papua hanya sebatas NAMA. Sejarah mengatakan bahwa pada tahun 1969, Belanda Ingin mendirikan negara boneka di Tanah Papua. Artinya Bangsa Papua hanya akan dijadikan pesuruh di tanah sendiri.

Salah satu warga Papua (yang tidak mau disebutkan namanya) berkata tentang apa yang terjadi di Tanah Papua, “Papua ingin dijadikan sebagai negara yang miskin, seperti Papua Nugini”, alasan tersebut di sampaikan kepada Tim Ngatain.com. Kenapa demikian? “dengan pedoman satu tanah dan satu bangsa dengan Papua Nugini, para Provokator ingin menjauhkan Papua dari Indonesia”, tambahnya.

Walaupun hanya beberapa Orang Papua yang kami temui, berdasarkan naluri yang mereka (Orang Papua) katakan, Papua terus menerus digunakan untuk menjatuhkan harkat dan martabat Negara Indonesia di mata dunia. Kenapa demikian? “Karena Indonesia adalah Negara Kuat dengan Bangsa yang Besar”.



Masih ingatkah dengan pernyataan JHON KAGOYA, yang berusaha untuk mengungkapkan isi hatinya sebagai Orang Asli Papua (OSP). Dia Bangga menjadi bagian dari NKRI. JANGAN MAU DIPROVOKASI!

Saturday, November 25, 2017

Aroma Politik Yang Menyengat Pada Reuni Akbar 212

Ngatain - Berbagai kegiatan yang mengatasnamakan alumni Aksi Bela Islam 212 semakin intensif baik dalam bentuk aksi demonstrasi, diskusi di ruang terbuka dan tertutup hingga publikasi di berbagai media. Bahkan pada awal Desember bulan depan, mereka merencanakan Kongres Nasional dan Reuni Akbar 212. Agenda sejumlah pihak yang mengatasnamakan alumni 212 telah tercium aroma politik yang sangat kental.

Publik belum lupa tentang berbagai aksi yang mereka lakukan yang bertepatan pada momentum pilkada DKI Jakarta yang baru lalu. Peristiwa politik berbau SARA masih terekam sangat baik dalam memori publik. Banyak masyarakat yang cukup cerdas memahami apa yang terjadi dibalik aksi yang mereka lakukan.tidak sulit untuk menangkap pesan yang disampaikan dalam aksi-aksi tersebut walau dibungkus dengan kegiatan keagamaan sekalipun.

Serapi apa pun mereka menutupi kepentingan politik yang bersemayam di balik gerakan tersebut, tak akan mampu membendung aroma politik yang terlalu menyengat. aksi-aksi yang diberi judul “Bela Islam” tersebut sebelumnya ada target politik untuk membendung Ahok-Djarot memenangi pilkada DKI. Tetapi ada nya maksud tersendiri dari aksi “bela islam”, kasihan umat di bawah yang jujur, polos dan tulus dalam melaksanakan keyakinan agama telah dipengaruhi dengan propaganda politik yang diberi stempel “Bela Islam”.

Karena upaya aksi 212 sukses di Pilkada DKI Jakarta mampu menumbangkan Ahok-Djarot, timbul keinginan dari sebagaian orang yang terlibat dalam membidani aksi tersebut untuk melembagakan komunitas tersebut. Penyelenggaraan Kongres merupakan bukti ada upaya membangun pelembagaan terhadap peserta Aksi Bela Islam 212.

Aksi tersebut di duga bahwa upaya institusionalisasi peserta aksi bela Islam menjadi organisasi alumni 212 terselip kepentingan politik baik dalam pilkada serentak 2018 maupun pemilu nasional yang akan digelar pada 2019 mendatang.Terbukti adanya sejumlah isu sudah mencuat. Ada beberapa isu yang muncul di tahun politik ini antara lain isu jangan pilih partai pendukung penista agama dan jangan pilih calon kepala daerah yang diusung oleh partai pendukung penista agama.

Terlihat ada hubungan antara keinginan melembagakan alumni 212 secara permanen melalui forum kongres yang akan digelar bulan depan dengan agenda tujuan politik ke depan. Kelompok yang mengatasnamakan alumni 212 tersebut ingin mengulang kesuksesan di pilkada DKI Jakarta yang berhasil membendung Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat memimpin Jakarta. Mereka bermimpi kesuksesan pilkada DKI dapat terulang di pilkada daerah lain.

Terkait isu yang dibangun tidak sama persis seperti pilkada DKI, tetapi ada modifikasi isu sesuai kondisi dan realitas politik yang ada di masing-masing daerah. Begitu pun dalam agenda politik nasional dan pemilu 2019, tentu ada modifikasi dalam berbagai isu – isu.ada satu ciri khas yang dibangun sebagai isu utama (main issues) dan isu inti (core issues) yakni membangkitkan sentimen agama dan etnis. Mereka menyalahgunakan strategi membangun politik identitas.

Cara dan metode seperti itu sangat membahayakan dan mengancam keutuhan bangsa dan negara. Merusak nilai-nilai kebangsaan yang sudah terbangun dan diikat oleh prinsip Bhinneka tunggal ika dengan falsafah Pancasila sebagai dasar negara dan UUD NKRI 1945.Oleh karena itu, cara-cara berpolitik seperti itu harus segera ditinggalkan demi ketuhan bangsa dan negara.Karena, cara-cara berpolitik dengan menggunakan sentimen sara untuk mencapai tujuan adalah bentuk berpolitik memecah belah, politik mengabaikan etika dan moral.

Waduh! Google Ternyata Kesulitan Membedakan Berita Hoax

Ngatain - Google telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan berita palsu sejak pemilihan 2016, namun algoritma peringkatnya bermasalah dalam menilai kebenaran saat kelompok lawan mendukung dua fakta yang berbeda. Selama pemilihan Rusia, masalah google dengan mempromosikan informasi yang salah muncul setelah penembakan massal baru – baru ini di Amerika Serikat, karena Para pembuat Hoax menggunakan momen tersebut untuk menyalahkan ideologi politik yang berlawanan.
Menurut Eric Schmidt, Ketua Alphabet pusat Google, bentrokan online saat ini membuat sulit bagi algoritma peringkat Google untuk memisahkan Kebenaran dari Kebohongan.

“Kelompok ini mempercayai fakta A, dan Kelompok ini mempercayai fakta B, dan anda sangat tidak setuju satu sama lain dan anda semua mempublikasikan dan menulis tentang hal itu dan sebagainya dan seterusnya. Sangat sulot bagi kami untuk memahami kebenaran”.

“Jadi, ketika sampai pada persaingan kelompok A melawan kelompok B. Anda bisa membayangkan apa yang saya bicarakan, sulit bagi kita untuk memilah mana peringkat A atau B yang lebih tinggi”.
Algoritma Google lebih mudah menangani informasi palsu atau tidak dapat mudah dipercaya saat ada pendapat yang lebih besar, namun lebih menantang untuk memisahkan kebenaran dari kesalahan informasi saat pandangan bertentangan secara diametri.

Pada sebuah wawancara bulan Agustus dengan Fast Company, Schimidt membahas ancaman propoganda jaringan yang disponsori negara. Dia mengatakan Alphabet meremehkan seberapajauh pemerintah akan menggukanan hacking untuk mengendalikan ruang informasi dan sejak saat itu sangat tertarik dengan informasi yang keliru dan cara kerjanya, ia meragukan bahwa kecerdasan buatan bisa mencegah hal buruk meskipun algoritma sangat penting untuk menyingkirkan pembuat Hoax.

Friday, November 24, 2017

5 Tips Agar Tidak Terjerat Hoax Jelang Reuni Akbar 212

Ngatain - Laju perkembangan teknologi informasi, khususnya internet yang semakin massif membuat proses penyebaran informasi semakin tidak terbatas. Munculnya media sosial dengan berbagai macam bentuknya telah membuat setiap orang menjadi sumber informasi.

Di Indonesia sendiri, pengguna media sosial terlihat sangat aktif menyebarkan berbagai macam konten informasi mulai dari yang berbau politik, sosial, ekonomi, hingga guyonan ringan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, jagat media sosial di Indonesia dipenuhi oleh konten bernuansa kebencian, adu domba berbau SARA, hingga penyebarluasan berita bohong atau yang dikenal dengan istilah HOAX

Berbicara tentang HOAX, ternyata banyak masyarakat Indonesia yang mudah terpengaruh dan percaya dengan berita hoax. Parahnya, mereka seperti tanpa beban menyebarkannya kembali sehingga menimbulkan debat kusir yang tidak penting, yang pada akhirnya menimbulkan benih-benih kebencian.

Dari pengamatan yang dilakukan oleh penulis, beberapa hari terakhir ini jagat media sosial nusantara kembali dipenuhi oleh informasi hoax dan cenderung bisa menimbulkan konflik sosial. Usut punya usut, maraknya berita bohong itu ternyata disebabkan oleh rencana pelaksanaan reuni akbar 212 yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2017.

Nah, agar sahabat Kata-NG tidak mudah saja percaya dengan segala sesuatu yang tersebar di media sosial. Berikut ada 5 tips yang bisa sahabat Kata-NG lakukan agar tidak mudah terjebak dan terjerat hoax.

  1. Lihat Dengan Seksama Sumber Beritanya. Setelah kamu menerima dan membaca sebuah postingan atau artikel apapun di Internet, perhatikan terlebih dahulu darimana sumber informasi itu berasal. Tanyakan pada diri sendiri apakah sumber informasi itu jelas atau berasal orang-orang yang kredibel. Juga jangan lupa untuk melihat jangan-jangan informasi itu berasal dari situs atau blog yang tidak jelas

  2. Check, Recheck, Crosscheck. Saat ini, menyebarkan sebuah informasi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan, apalagi jika informasi itu adalah tren yang sedang popular. Kondisi ini tak jarang membuat pengguna internet dan media sosial ingin terlihat aktif menyebarkan tren tersebut. Sayangnya banyak orang yang kurang mengerti tentang substansi yang ada dalam informasi tersebut, sehingga cenderung memberikan komentar yang asal dan diluar konteks. Nah, agar sahabat Kata-NG tidak menjadi orang seperti itu, alangkah baiknya jika melakukan check, recheck, dan crosscheck terkait berita yang akan disebarkan, bisa bertanya kepada teman yang lebih mengerti atau bertanya kepada Google tentang informasi tersebut, kemudian lihat dari berbagai perspektif.

  3. Pahami Bahwa Video dan Foto Belum Tentu Asli. Jangan jadi orang yang murahan dan seperti orang yang tidak pernah sekolah. Dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, manipulasi foto dan video bukan suatu hal yang sulit dilakukan. Oleh karena itu, apabila kamu menerima foto dan video yang terkesan menyesatkan, jangan langsung memencet tombol share, cek dulu sumber informasinya.

  4. Baca Seluruh Isi Berita. Ini nih yang susah buat orang Indonesia. Menjamurnya berbagai macam media sosial dan media online yang tidak jelas, membuat para penulis di media tersebut berlomba-lomba menulis judul yang bisa menarik perhatian. Namun sayangnya banyak dari mereka menulis judul dan ringkasan berita yang provokatif. Kamu pasti sering kan membaca berita dengan judul yang ternyata tidak sesuai dengan isi beritanya? Nah, mulai dari sekarang sahabat Kata-NG harus membaca seluruh isi berita.

  5. Jadilah Pribadi Yang Kritis dan Skeptis. Di era teknologi yang diwarnai dengan maraknya penyebaran berita hoax, menjadi pribadi yang kritis dan skeptis adalah keniscayaan, mengingat sikap kritis dan skeptis bisa menjauhkan kamu dari godaan hoax yang terkutuk. Walaupun ini cukup sulit, penulis yakin sahabat Kata-NG adalah orang-orang yang cerdas. Jadi hal ini tidak sulit untuk dilakukan. Berusaha untuk bersifat kritis dan skeptis dan melihat dari berbagai perspektif adalah benteng terakhir agar bisa terhindar dan tidak terjerat hoax.


Nah, semoga dengan membaca artikel diatas, sahabat Kata-NG tidak mudah terprovokasi berita hoax dan konten negatif yang belum tentu benar. So, gunakan smartphone kamu untuk hal-hal yang positif. Jangan asal pencet tombol share ya! Hati-hati loh, ikut menyebarkan berita hoax , dosanya sama dengan pembuat hoax itu sendiri

Manfaat Pertemuan Alumni 212. Mau Tau?

Manfaat Pertemuan Alumni 212. Mau Tau?
Ngatain - Beberapa hari yang lalu, beredar informasi di sosial media bahwa presidium alumni 212 akan menggelar acara kumpul ALUMNI 212. Rencana kegiatan tersebut pun mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Ada yang menolak, ada pula yang setuju dengan kegiatan 212. Lantas apakah manfaat dari kegiatan tersebut? Berikut jawabannya.

Adanya Penolakan dari Sejumlah Ormas di Kebumen

Dalam sebuah artikel yang dirilis oleh merdeka.com, disebutkan bahwa puluhan masyarakat yang merupakan perwakilan dari sejumlah Ormas di Kebumen meminta pihak kepolisian setempat agar tidak memberikan izin terkait rencana kegiatan reuni alumni 212 se-Jawa Tengah.



Tidak Menjawab Rencana Reuni 212

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial kembali dibuat heboh. Bagaimana tidak? Sebuah poster yang mengatasnamakan Presidium Alumni 212 beredar luas internet. Dalam poster itu disebutkan bahwa agenda reuni akbar yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2017 adalah untuk melengserkan Gubernur dan Wakil Gubernur aktif DKI Jakarta, Anies-Sandi. Menyikapi isu tersebut, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif saat ditanya liputa6.com ternyata memberikan komentar yang cukup mengejutkan.

Saat ditanya tentang apa rencana kegiatan reuni akbar 212, Slamet Ma'arif justru memberikan jawaban yang tidak pasti/jelas dan terkesan ambigu. Ia mengaku juga baru mendapat kabar dari poster yang viral di media sosial itu. Jika ketua Presidium Alumni 212 saja tidak tahu tentang agenda aksi itu, bisa jadi agenda yang ada di poster itu adalah benar.

Berdasarkan pada fakta diatas,menunjukkan bahwa agenda pertemuan ALUMNI 212 tidak mendapat gambaran dan tujuan yang jelas. Penolakan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia. Hal ini menjadikan suatu indikasi bahwa agenda yang akan dilakukan oleh presidium alumni 212 TIDAK BERMANFAAT dan hanya menjadi penghambat bagi warga Jakarta yang akan melakukan aktivitas di sekitar Monas.

JADI, APA MANFAATNYA?!

Thursday, November 23, 2017

Benarkah Indonesia Darurat Hutang? Ini Faktanya

Ngatain - Hampir seluruh negara-negara di dunia memiliki hutang, tidak terkecuali pada negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang. Tapi apakah negara tersebut dikatakan sebagai negara yang akan bangkrut???, tenyata ‘tidak’. Setiap negara maju yang memiliki HUTANG BESAR, dapat dikatakan ‘wajar’ apabila besarnya hutang tersebut disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing negara atau nilai pendapatan domestic bruto (PDB)

Pada grafik di bawah ini, diketahui bahwa Yunani menduduki peringkat ke-2 dalam prosentase hutang terbesar di dunia. Yunani dinyatakan bangkrut pada tahun 2015 karena tidak bisa membayar hutang kepada International Monetary Fund (IMF).

Bagaimana dengan Indonesia??? Mau Dijual Kah??? Presiden Joko Widodo pada saat ini gencar melakukan pembangunan infrastruktur dengan tujuan mempermudah akses di setiap wilayah di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempermudah roda perekonomian di daerah-daerah, bahkan untuk daerah terujung sekalipun, seperti Papua dan Aceh. Karena salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah dilihat dari infrastruktur yang memadai.
HUTANG atau INVESTASI???

Banyak yang berpikir negative terhadap Presiden Joko Widodo dalam mendatangkan berbagai investor dari belahan dunia. Sebagian besar ‘lawan politik’ Presiden Joko Widodo menganggap bahwa Indonesia melakukan pinjaman dana kepada negara-negara sahabat. Padahal yang terjadi adalah investasi yang dilakukan oleh para investor di Indonesia. Jadi Indonesia HUTANG atau mendatangkan INVESTOR untuk kemajuan Indonesia???

LIHAT, CERMATI, PAHAMI. JANGAN PERCAYA INFORMASI BODONG!!!